Nata Tolak Pajak Kopi Biji 10 Persen/Kg

KEPAHIANG– Toke kopi Kepahiang, H. Zurdi Nata, mengaku keberatan membayar pajak kopi biji sebesar 10 persen dari harga jual 1 kg kopi petani.

‘’Pajak itu sangat mencekik petani. Soalnya saat ini harga kopi sedang anjlok dan hasil panen petani juga melorot. Jika dibebani pajak 10 persen pe kg, maka, petani yang akan semakin menderita,’’ ujar Zurdi Nata kepada potretbengkulu.com.

Untuk itu lanjut Zurdi Nata, imbauan penarikan pajak kopi biji 10 persen hari harga jual kopi petani langsung diabaikan. ‘’Imbauan dari Kantor KPP Pratama Curup yang disampaikan melalui surat no. S.11076/WP/128/KP/08/2019 tentang penarikan pajak kopi biji 10 persen dari harga jual yang ditandatangani Mawad Sri Basuki, 22 Juli 2019  itu tidak kita tanggapi,’’ tutur Zurdi Nata.

Soalnya, lanjut Zurdi Nata, penarikan pajak 10 persen dari harga jual kopi petani itu, sangat memberatkan petani. Sehingga Nata mengaku tidak tega memenuhi permintaan Kantor KPP Pratama Curup tersebut.

‘’Selama ini saya selaku pedagang sudah dibebani pajak pph 0,25 persen per transaksi. Misalnya, saat kita mengirim 22 ton kopi ke luar kota senilai Rp 450 juta, saya sudah membayar pajaknya sebesar Rp.1.125.000. Makanya, ketika saya dibebani pajak 10 persen lagi, saya tidak sanggup. Karena, pajak yang kita tarik itu akan dibebankan kepada petani selaku penjual,’’ paparnya.

Zurdi Nata juga mengaku bingung dengan kebijakan Kantor KPP Pratama Curup yang meminta pedagang kopi menarik pajak 10 persen dari harga jual kopi petani. Karena kopi di daerah lain tidak dibebani pajak 10 persen. Pertimbangan ini juga yang membuat saya semakin enggan menarik pajak 10 persen itu.

‘’Sampai saat ini kita masih menunggu konfirmasi dari Kantor KPP Pratama Curup. Kami berharap KPP Pratama Curup dapat melakukan pertemuan dengan seluruh pedagang kopi di Kepahiang. Pertemuan itu jangan dilaksanakan di Curup. Tapi harus dilaksanakan di Kepahiang. Kami tidak ingin 1 objek pajak dikenai pajak berulang ulang,’’ demikian Zurdi Nata. (rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*