Penampilan 10 finalis tari kreasi tabut 2019, berhasil pukau ribuan penonton yang memadati panggung utama Festival Tabut, di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu, (6/9).

Final Tari Kreasi Tabut ”Bius” Ribuan Penonton

BENGKULU – Penampilan 10 finalis tari kreasi tabut 2019, berhasil pukau ribuan penonton yang memadati panggung utama Festival Tabut, di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu, (6/9).

Alunan dhol berpadu alat musik tradisional lainnya, membius masyarakat yang sedang menikmati liuk lincah gerakan para penari dengan busana warna terang menantang.

Sanggar Puspa Kencana Budaya sebagai penampil pertama sukses menghangatkan suasana malam itu. Sanggar ini membawakan tarian yang menceritakan tentang prosesi awal ritual tabut ngambik tanah di Gerga beserta maknanya.

Digambarkan, manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang berasal dari tanah, kemudian akan kembali menjadi tanah saat tutup usia.

Peserta final festival tari kreasi festival tabut 2019

Tak kalah epik, Sanggar S2WB  mengilustrasikan kisah kepahlawanan  cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib beserta pasukannya, dalam peperangan melawan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbala.

Dengan balutan baju perang bewarna merah dan sebilah pedang,  para penari kompak mengikuti irama musik layaknya genderang perang. Tepuk tangan dan sorak sorai penonton pun bergemuruh usai pertunjukan.

Ref Andras salah seorang Dewan Pengamat dalam final tari kreasi tabut mengatakan, penampilan para peserta jauh berkembang dibandingkan dari babak penyisihan lalu.  Menurutnya, para koreografer sangat cerdas  dan paham apa yang menjadi tuntutan dari sebuah karya.

“Salam salut saya untuk para koreografer.  Sebagai bentuk apresiasi kami mengajak untuk membedah karya tari yang tampil pada malam ini,” ujar Ref bersemangat.

Sementara itu, Ema Malini yang juga dipercaya sebagai Dewan Pengamat menjelaskan, dalam suatu  tari bukan hanya menghasilkan  karya yang  cantik, rampak dan kompak, tetapi ada makna tujuan dan isi yang disampaikan.

“Jadi bukan hanya sekedar cantik, rampak, kompak dan teknik yang bagus tetapi apa yang digarap punya makna dan tujuan yang diharapkan,” tuturnya.

Berdasarkan keputusan Dewan Pengamat,  10 finalis ini kemudian diberikan penghargaan dalam tiga kategori,  yaitu penata terbaik, penampil terbaik dan penyaji terbaik. Kategori penata terbaik diraih oleh Sanggar puspa kencana, Sanggar cempaka putih, Sanggar Watashi dan Sanggar Gratil.

Kategori Penampil Terbaik diraih dari sanggar Malabero, Sanggar Seni Bencoolen dan Sanggar STM Budaya. Sedangkan Kategori Penyaji Terbaik diraih oleh Sanggar Seja Sema, Sanggar Seni Wahana Budaya dan Sanggar Salsabila.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*