Aktivitas kapal di kawasan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

Alur Pelabuhan Masih Dangkal

BENGKULU – Saat ini kedalaman alur di pelabuhan Pulau Baai belum mencapai minus 10 mLws alias masih tergolong dangkal. Terkait kondisi ini, Sekda Provinsi Bengkulu, H. Nopian Andusti, SE, MT mengaku sudah memantau langsung ke lokasi belum lama ini.

Kedalaman alur saat awal sebelum pengerukan berada pada angka minus 5,8 mLws akan dikeruk menjadi minus 10 mLws. Pengerukan alur pelayaran pelabuhan akan dilakukan menggunakan kapal keruk TSHD HAM 311 dengan kapasitas 3.700 meter kubik.

Endapan sedimen dan material yang mengendap di sepanjang alur pelabuhan, nantinya akan diangkat dan dibuang ke lokasi dumping area yang telah ditetapkan. Ditargetkan pengerukan alur pelayaran akan selesai pada minggu ke dua bulan September.

“Saya berharap pengerukan alur pelayaran pelabuhan ini, semakin memperlancar aktifitas pelabuhan, serta menambah produktifitas pengiriman logistik, termasuk produk unggulan daerah,” ujar Nopian.

Sementara itu, General Manager IPC Cabang Bengkulu, Nurkholis Lukman memastikan proses pengerukan alur ini tidak mengganggu masuk dan keluarnya kapal yang akan bersandar ke dermaga Pelabuhan Pulau Baai. Serta memastikan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pulau Baai tetap berjalan normal 24/7.

Menurut Nurkholis, pengerukan alur pelayaran pelabuhan sangat penting dilakukan, sebab dengan kedalaman alur pelabuhan yang hanya -5,8 mLws, kapal dengan kapasitas besar saat ini tidak dapat bersandar. Tertanggal 29 Agustus 2019, kondisi kedalaman alur telah dikeruk mencapai -7.0 mLws

“Dengan ditambahnya kedalaman alur menjadi -10 mLws, maka memungkinkan kapal dengan ukuran lebih besar sampai dengan 50.000 GT dapat bersandar ke Pelabuhan Pulau Baai dengan aman dan nyaman tentu ini akan memudahkan oprasional dan mobilisasi kapal,” demikian Nurkholis.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*