Tantawi Dali

Dermaga Rusak Enggano Krisis BBM dan LPG

BENGKULU – Akibat terjadinya kerusakan dermaga laut di Desa Kahyapu Kecamatan Enggano, kini terjadi krisis BBM dan LPG  di pulau tersebut. Kerusakan dermaga mengakibatkan Kapal Pulo Telo sulit untuk bersandar sejak akhir Juli 2019 lalu.

Ketua FKKD Kecamatan Enggano, Redy Heloman Kaitora mengatakan, mengatakan krisis BBM dan LPG di Enggano sudah terjadi sejak 3 pekan terakhir. Penyebabnya karena putusnya pendistribusian BBM dan LPG akibat dermaga rusak.

“Krisis BBM dan LPG sudah berlangsung 3 pekan ini. Karena kapal Pulo Telo yang biasanya digunakan dalam pengangkutan BBM dan LPG, tidak bisa merapat. Saat ini kami masih kesulitan BBM dan LPG,” kata Redy.

Diakui Redy, dampak krisis BBM dan LPG sudah sangat dirasakan masyarakat. Seperti BBM saja, lantaran tidak tersedia lagi menyebabkan banyak para pelajar tidak bisa pergi ke sekolah, karena jika berjalan kaki sangat jauh.

“Biasanya para pelajar diantar orang tua dengan kendaraan bermotor. Tapi karena BBM sudah habis, akhirnya tidak bisa ke sekolah,” jelas Redy.

Selain itu untuk ketersediaan LPG, menurutnya, sebagian besar masyarakat saat ini kembali menggunakan kayu bakar, meski awalnya memang menggunakan kompor minyak tanah, tapi minyak tanah juga sudah habis.

“Dengan kondisi itu diharapkan adanya solusi. Misalnya BBM dan LPG diberikan izin diangkut dengan menggunakan kapal perintis, karena jika menunggu perbaikan dermaga bisa lama,” tutupnya.

Terkait kondisi ini, anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali meminta agar Pemerintah Provinsi ataupun Kabupaten Bengkulu Utara mencarikan solusi terbaik untuk mengatasi krisis BBM dan LPG yang dialami masyarakat Enggano.

“Bagaimana pun juga masyarakat di sana juga merupakan masyarakat Provinsi Bengkulu. Kita juga mendesak dicarikan solusi terbaik dalam masalah dimaksud,” pinta Tantawi.

Lebih jauh mengenai kerusakan dermaga, dari informasi terakhir yang diterima jelasnya, sudah di usulkan perbaikannya oleh Dinas Perhubungan Provinsi kepada Kementerian Perhubungan RI. Sedangkan menyangkut krisis BBM dan LPG disarankannya jangan sampai menunggu dermaga selesai diperbaiki, tapi bisa segera disalurkan melalui kapal perintis.

“Sebaliknya masalah kerusakan Dermaga Kahyapu harus disikapi dengan segera, dan jangan ditunda-tunda,” demikian Tantawi.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*