Musim kemarau, harga cabai terus meroket

Harga Cabai Makin ”Pedas”

BENGKULU – Harga cabai saat ini masih tergolong mahal dari biasanya. Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit hijau rerata nasional mencapai Rp 62.750 per kg dan cabai rawit merah Rp 81.900 per kg. Sedangkan harga cabai merah berkisar Rp 69.400-Rp 72.050 per kg. Kenaikan harga cabai terpantau merata hampir di seluruh wilayah Sumatera.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, H Lierwan SE mengatakan kondisi ini dipengaruhi cuaca kemarau yang masih berlangsung hingga September mendatang sehingga berdampak terhadap penurunan produksi cabai hingga 60 persen.

Penurunan produksi tersebut menyebabkan suplai cabai merah ke pasar minim dan menyebabkan lonjakan harga.

Bahkan lonjakan harga tidak hanya terjadi di Provinsi Bengkulu, akan tetapi seluruh wilayah di Sumatera mengalami hal serupa.

Dikatakannya bahwa kondisi kemarau sangat berpengaruh terhadap eksistensi tanaman cabai merah. Menurut Lierwan, sejumlah daerah sentra produksi cabai mengalami penurunan panen. Hal inilah yang membuat harga cabai di pasar menjadi tinggi.

“Saat ini masih suasana kemarau, pasokan mengalami penurunan maka harga cabai merah masih stabil tinggi tidak hanya di Bengkulu tetapi diseluruh wilayah di Sumatera,” kata Lierwan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tingginya harga cabai di tingkat petani memang disebabkan musim kemarau. Bahkan di sejumlah sentra produksi cabai terjadi kelangkaan dan keterbatasan sumber air untuk irigasi. Sedangkan di sentra yang berada di dataran rendah, tanaman baru mulai berproduksi sehingga pasokan cabai masih sedikit.

“Tetapi sejumlah sentra cabai di wilayah Bengkulu mulai sudah melangsungkan panen dari masa pertanaman sejak April lalu,” ujar Lierwan.

Untuk itu, pihaknya mendorong optimalisasi pemanfaatan pompa air dan pembuatan embung. Di sisi lain, pihaknya juga sedang melakukan penataan sistem distribusi dari sentra produksi ke pasar secara lancar dan mengalokasikan suplai ke wilayah prioritas yang mengalami kenaikan harga paling tinggi.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*