GELEDAH : Tim pidsus Kejari Bengkulu saat melakukan penggeledahan di Kantor Lurah Bentiring.

Lidik Kasus Penjualan Lahan Hibah Pemkot
Jaksa Geledah Kantor Lurah Bentiring

BENGKULU – Tim Pidsus Kejari Bengkulu menggeledah Kantor Lurah Bentiring, Bengkulu, Kamis, (8/8).

Aksi penggeledahan yang dipimpin Kasi Pidsus Oktalian, SH bersama 7 jaksa lainnya yang menggunakan rompi warna merah hitam itu terkait pencarian barang bukti dugaan korupsi penjualan lahan hibah milik Pemkot Bengkulu seluas 62 hektare di Kelurahan Bentiring.

Kasus dugaan korupsi  ini mulai dilidik sejak Kejari menerima laporan dari masyarakat tentang dugaan penjualan lahan hibah Pemkot oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Iya benar tim kita sedang melakukan penggeledahan,” ujar Kajari Bengkulu Emilwan saat dikonfirmasi.

Sedangkan  Kasi Pidsus Kejari, Oktalian mengatakan ada sejumlah dokumen yang mereka amankan dari kantor lurah yang merupakan dokumen berkaitan dengan perkara tersebut. “Dokumen yang diamankan pastinya yang berkaitan dengan perkara yang sedang kita tangani,” jelas Oktalian.

Sedangkan Lurah Bentiring enggan berkomentar apa-apa terkait penggeledahan yang dilakukan tim Kejari.

Informasi yang diperoleh bahwa sejak keluarnya surat perintah penyelidikan (sprinlid), tim jaksa sudah memanggil dan memeriksa 16 saksi baik dari kalangan PNS maupun swasta.

Saat ini dari data dan keterangan diperoleh jaksa dari pengakuan beberapa saksi bahwa penjualan lahan dilakukan secara terpisah. Sementara data yang jaksa dapat ada 8 hektare, namun belum bisa dihitung karena harus melibatkan ahli.

Tanah seluas 8 hektare yang diduga dijual ini awalnya diperuntukkan untuk  pembangunan Masjid dan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Untuk dokumen, jaksa berhasil mendapatkan barang bukti berupa kwitansi dalam bentuk foto kopi. Jaksa masih bekerja keras untuk mendapatkan dokumen aslinya, namun tidak menjadi masalah sebab adanya bukti kwitansi foto kopi itu sudah cukup membuat jelas perkara tersebut.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*