Kepala Desa Mekar Sari, Marno, Rabu, (7/8)

Bupati Serahkan 268 Sertifikat di Desa Mekar Sari

KEPAHIANG – Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid,MM,IPU. Menyerahkan 268 persil sertifikat tanah di Desa Mekar Sari Kabawetan. Upacara penyerarahan sertifikat itu dilaksanakan di Balai Desa Mekar Sari, pukul 11.00 WIB,  Rabu (7/8).

Penyerahan sertifikat itu dihadiri Sekdakab Kepahiang, Zamzami Zubir, SE, MM, Kepala BPN/ATR Kepahiang, Drs. Achmad Mustafid, Camat Kabawetan, Su’urdi, S.Sos. Serta Kepala Desa Mekar Sari Marno dan warga penerima sertifikat.

Bupati serahkan sertifikat tanah warga Desa Mekar Sari, Rabu, (7/8)

Mustafid menyampaikan, pembagian ini merupakan program dari pemerintah pusat yaitu program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Selain 268 sertifikat milik warga pada hari ini juga kami menyampaikan 11 bidang sertifikat atas nama Pemda Kepahiang, 1 bidang sertifikat wakaf di Desa Bandung Baru, 1 bidang sertifikat Kemenag untuk keperluan MIN.

“Untuk tahun depan insha allah Kabupaten Kepahiang akan mendapat alokasi 17000 bidang yang masuk dalam program PTSL ini,” ujar Mustafid.

Bupati Kepahiang menyampaikan apresiasi untuk BPN Kabupaten Kepahiang yang telah membantu masyarakat kabupaten Kepahiang dalam memiliki sertifikat tanah ini.

Bupati serahkan sertifikat tanah warga Desa Mekar Sari, Rabu,( 7/8)

“Untuk program PTSL ini tahun lalu BPN Kepahiang menduduki peringkat pertama di propinsi Bengkulu, dan peringkat 8 untuk tingkat nasional. Ini merupakan prestasi yang membanggakan untuk Kabupaten Kepahiang,” sampai Bupati.

Ditambahkan Bupati, sertifikat ini bukan hanya bukti kepelimilikan bidang tanah yang akan diwariskan ke anak-cucu kita namun juga sebagai alat kepastian hukum untuk kita.

“Oleh karena itu kita harus dukung terus kinerja BPN Kepahiang ini. Saya akan memerintahkan Sekda untuk membantu BPN ini untuk menganggarkan kendaraan dinas untuk BPN ini,” tambah Bupati.

Terakhir Bupati berpesan kepada warga yang mendapatkan program PTSL ini agar menjaga sertifikat ini dengan sebaik-baiknya. “Jangan sampai hilang, karena kalau hilang akan repot lagi mengurusnya dan biayanya tidak murah,” demikian Bupati. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*