RAKOR : Rapat koordinasi menbahas masalah BBM di ruang rapat lantai III gubernur, Selasa (6/8)

Kuota Solar Subsidi Bertambah 112,9 Ribu KL

BENGKULU – Menyikapi seringnya terjadi antrean panjang di SPBU di Kota Bengkulu karena kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi, BPH Migas akhirnya menutuskan melakukan penambahan kuota solar untuk Bengkulu sebanyak 112,9 ribu kilo liter (KL).

Ini disampaikan oleh anggota Komite BPH Migas, Dr. Marwansyah Lobo Balia, M.Sc saat menghadiri rapat koordinasi membahas masalah BBM di ruang rapat kantor gubernur, Selasa (6/8).

“Tadi malam kita rapat BPH Migas soal penambahan kuota dan Akhamdulillah Bengkulu jadi prioritas. Kuota kita tambah menjadi 112,9 ribu KL, dari biasanya cuma sekitar 90 KL. Ini tujuannya agar jangan ada lagi permasalahan-permasalahan,” ujar Lobo.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu, Dr. Rohidin Mersyah, M.MA itu dihadiri oleh seluruh bupati, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, SE, Wakapolda, DPD RI, DPR RI, Asisten II Setdaprov dan Kadis ESDM provinsi.

Rohidin menyambut baik soal penambahan kuota BBM jenis solar ini. “Penambahan ini kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya jauh meningkat. Artinya kalau ini digunakan dan didistribusikan dengan benar tidak akan ada permasalahan lagi,” kata Rohidin.

Anggota DPD RI, H.Ahmad Kanedi, MH minta aparat kepolisian langsung menindak tegas terhadap pihak pertamina yang main nakal, mulai penindakan dari SPBU. “Kalau pertaminanya yang nakal, tangkap pertamina!. Jangan hanya rakyat yang ditangkap kalau melanggar,” tegas Bang Ken, sapaan akrabnya.

Bang Ken juga usulkan pemberian stiker kepada kendaraan roda enam agar petugas-petugas SPBU tahu dan mengerti dan tidak menjual BBM solar bersubsidi kepada kendaraan industri dan tambang.

Pada rakor itu pihak perwakilan dan pertamina menjamin persediaan BBM. Selain itu juga akan direncanakan pemasangan CCTV di semua SPBU.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*