KONFRENSI PERS : Ketua Keluarga Kerukunan Tabut (KKT), Ir.Syiafril memberikan keterangan masalah tabut.

KKT Targetkan Festival Tabut Masuk 10 Calender of Event Nasional

BENGKULU – Sebelum tahun 2018, festival Bencoolen Tabut Bengkulu sudah masuk 100 Top Calender Of Event Nasional dan pada tahun 2018 meningkat masuk dalam 30 Top Calender Of Event Nasional. Tahun 2019 ini, Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) menargetkan festival tabut masuk 10 Top Calender Of Event Nasional.

Untuk mewujudkan target itu, Ketua Keluarga Kerukunan Tabut (KKT), Ir. Syiafril minta kerjasama dengan pihak pemerintah Kota Bengkulu agar tidak memfasilitasi atau memperbolehkan pedagang berjualan di arena tabut, yakni dari tugu dhol sampai ke gerbang Cina Town. Sebab kalau masih ada tenda-tenda pedagang di sana, arena tabut masih tetap semrawut dan susah untuk menaikkan grade 10 Top Calender Of Event.

“Tahun ini kami berharap bisa masuk 10 Top Calendar Of Event. Oleh karena itu baik arena dan acara harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Tidak ada lagi terkesan pasar dusun pindah ke tengah kota,” ujar Syiafril.

Untuk itu KKT sudah sepakat dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu bahwa dari tugu dhol sampai cina town harus kosong dari aktifitas jual beli. “Itu harus jadi ruang sirkulasi, harus steril agar bisa dimanfaatkan oleh pengunjung atau wisatawan untuk melihat tugu Thomas parr, kantor pos yang bangunannya merupakan cagar budaya dan benteng Marlborough,” jelas Syiafril.

Selama ini, aset dan situs sejarah itu tertutup atau terhalang oleh pasar dusun yang masuk ke kota. “Jangan dipaksakan lagi untuk dijadikan pasar dusun pindah ke kota. Kami sudah sepakat dengan dispar provinsi. Termasuk dengan pihak keamanan kami minta bantuannya jangan sampai ada pihak yang memaksakan untuk tetap membuka pasar di sana. Jangan sampai kita gagal meraih 10 Top Calender Of Event Nasional itu agar budaya tabut ini cepat dikenal oleh dunia,” kata Syiafril.

Yang dikhawatirkan oleh pihak KKT, pemkot tetap bersihkaras untuk menggelar bazar atau membuka pasar di arena tabut dengan alasan klasik yakni untuk meningkatkan PAD. Sebenarnya sebelum tahun 2018 arena tabut dari tugu dhol ke gerbang cina town tidak ada pasar. KKT ingin mengembalikan lagi seperti sebelum tahun 2008.

“Klw dari kami KKT, dalam segi acaranya kami terus berbenah. Tenda-tenda di luar itu biasanya yang merusak. Kami khawatir, pemkot masih beralasan PAD. Cari PAD itu dari pintu yang lain, jangan cari PAD di sana. Di sana harus steri,” pungkas Syiafril.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*