Kajari Kepahiang, H. Lalu Syaefudin saat memberikan keterangan pers terkait aksi OTT yang dilakukan terhadap 2 oknum LSM, Selasa, (30/7)

Peras 4 Kades Rp 30 Juta 2 Oknum LSM Terjaring OTT Kejari Kepahiang

KEPAHIANG– Diduga memeras 4 kepala desa (Kades), 2 oknum aktivis sebuah LSM di Kepahing terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Kejari Kepahiang, pukul 11.00 WIB, Selasa, (30/7).

Kedua oknum aktivis berinisial Su (45) dan Ca (40), merupakan pasangan suami istri ditangkap di sebuah rumah makan di kawasan Pasar Kepahiang. Dari kedua aktivis itu, tim gabungan intelijen dan Pidsus berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 30 juta dari tas milik Ca dan 2 HP. Ditambah 1 mobil Toyota Hilux.

Tim Kejari saat menyegel sekretariat LSM yang 2 oknum aktivisnya terjaring OTT, Selasa, (30/7)

Siang itu juga tim Kejari Kepahiang langsung menyegel Sekretariat LSM yang dipimpin Su dan istrinya, Ca yang juga tercatat sebagai pengurus LSM tersebut.

‘’Yang kita amankan itu ada 2 kelompok. Kelompok pertama oknum LSM yang kita tetapkan sebagai tersangka. Sedangkan kelompok kedua adalah yang asal muasal uang. Yaitu, 4 kepala desa dan 1 sekdes. Setelah dilakukan pendalaman melalui penyidikan kemudian berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh tim penyelidik diperoleh alat bukti bahwa kelompok kedua adalah korban yang dipaksa, diintimidasi supaya dia menyerahkan sejumlah uang. Dan uang yang diminta dan diserahkan itu adalah uang dana desa yang baru saja dicairkan. Karena para Kades itu merupakan korban maka mereka kita jadikan sebagai saksi. Sementara 2 orang oknum LSM itu kita jadikan sebagai tersangka. Barang bukti yang disita berupa uang Rp 30 juta, 2 HP dan 1 mobil yang digunakan tersangka merupakan aset yang tercatat di Dinas Kominfo Kepahiang,’’ jelas Kajari Kepahiang, H. Lalu Syaefudin, SH, MH didampingi Kasi Intel, Arya Marsepa, SH dan Kasi Pidsus, Rusydi Sastrawan, SH kepada wartawan.

Kedua oknum aktivis LSM yang terjaring OTT Kejari Kepahiang.

Keempat Kades yang menjadi korban pemerasan 2 oknum LSM itu adalah, Ai (42), Hh (50), Aa (55), dan Hz (42). Mereka adalah Kades Talang Babatan, Bayung, Cirebon Baru, dan Benuang Galing Kecamatan Seberang Musi.

‘’Kedua oknum LSM itu dijerat dengan pasal 2 UU Tipikor. Keduanya melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri,’’ tutur Kajari. (rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*