BPOM sita makanan dan obat terlarang dan berbahaya.

BPOM Sita Makanan dan Obat Senilai Rp 85 juta

BENGKULU – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu di tahun 2019 masih menemukan makanan dan obat-obatan terlarang dan berbahaya di kabupaten/kota dalam Provinsi Bengkulu. Maka BPOM langsung melakukan penindakan dengan menyita makanan dan obat-obatan tersebut (termasuk kosmetik).

Kepala BPOM Bengkulu Syafrudin mengatakan dari operasi penindakan obat dan makanan tidak memeuhi ketentuan itu, nilai keseluruhannya Rp 85 juta.

“Selama rentang 26 Juni sampai 19 juli 2019 BPOM telah melaksanakan operasi penindakan di kabupaten kota dengan rincian temuan jumlah 1.338 pcs kosmetik ilegal mengandung bahan dilarang, bahan berbahaya. Kemudian 11.138 tablet obat G tanpa kewenangan serta 12.794 sachet obat tradisional ilegal mengandung bahan kimia,” jelas Syafrudin.

Dibeberkannya, sarana-sarana yang menjadi sasaran didominasi oleh sarana online seperti fb dan instagram. Temuan kosmetik didominasi mengandung merkuri, hidrokinon dan asam retinoat.

Sedangkan BKO yang teridentifikasi dalam temuan obat tradisional didominasi oleh sidenafil sitrad, fenibutazon dan parasetamol yang beresiko menimbulkan efek struk, kerusakan hati, pendarahan lambung hingga gagal ginjal dan kebutaan.

“Seluruh temuan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian dalam rangka untuk pengembangan kasus maka seluruh pemilik barang yang kita sita ini akan kita panggil,” tegas Syafrudin.

Syafrudin mengimbau agar pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai peraturan perundangan. “Selama 2019 kami masih menemukan produk yang sudah kami publik warning pada tahun sebelumnya. Tapi masih ada yang diedarkan. Masyarakat agar cek kemasan, label, izin edar dan kedaluarsa. Pastikan kemasan masih dalam kondisi baik, punya izin dari BPOM,” demikian Syafrudin.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*