gambar ilustrasi

Desa Batu Ampar Siap Budidayakan Rebung

KEPAHIANG– Kades Batu Ampar (Batam), Merigi, Kepahiang, Herwan Iskandar mengaku siap mengembangkan budidaya bambu penghasil rebung.

‘’Tanaman bambu itu memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain sebagai tanaman konservasi, bambu juga dapat menghasilkan rebung yang punya nilai ekonomi. Sehingga pengembangan bambu dapat mendukung kelestarian lingkungan sekaligus mendongkrak pendapatan warga desa,’’ kata Herwan Iskandar kepada potretbengkulu.com.

Dikatakan, pengembangan budidaya bambu ini akan dibiayai dana desa (DD) 2020. ‘’Tahun 1990 – 1998 lalu, Desa Batam banyak memiliki rumpun bambu. Sehingga, Batam merupakan salah satu desa penghasil rebung. Setiap hari Desa Batam dapat menjual 4-5 ton rebung ke pabrik pengolahan rebung di Curup.  Sayang pabrik rebung itu kini sudah tutup. Namun saat ini rumpun bambu sudah banyak ditebang. Sehingga, rebung petani jadi semakin sedikit. Atas dasar itulah kita berusaha mengembangkan budidaya bambu di lahan petani. Pengadaan bibit bambu ini akan dibiayai dana ADD/DD 2020. Saat ini kita sedang melakukan pengkajian bambu jenis apa yang akan kita kembangkan,’’ ujar Herwan Iskandar.

Menurut Herwan, upaya budidaya bambu ini akan melibatkan seluruh warga desa. Serta melibatkan aktivis lingkungan. Sehingga, pelaksanaan pembibitan bambu dapat berjalan dengan baik.

‘’Ini ide sederhana yang dapat mendukung kelestarian lingkungan sekaligus bisa menopang pendapatan warga desa,’’ paparnya. (rjs)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*