LANGGANAN BANJIR : Lokasi Perumahan Ejukha, Bentiring saat dilanda banjir beberapa waktu lalu.

Bengkulu Langganan Banjir Masyarakat ‘’Tuding’’ Developer

BENGKULU – Setahun belakangan ini sering terjadi banjir di Provinsi Bengkulu terutama di Kota Bengkulu terkhusus di kawasan perumahan-perumahan bersubsidi seperti di perumahan Ejukha, perumahan Rafflesia Asri dan lainnya.

Masyarakat menuding kelalaian developer. Pasalnya masih banyak ditemukan pengembang perumahan di Bengkulu yang membangun rumah di wilayah rawan banjir. Seperti dituturkan warga Perumahan Ejukha Kota Bengkulu, Hendrik Mardiansyah.

Hendrik berharap Developer di Bengkulu tak membangun rumah di lokasi asal-asalan, karena setahun saja sudah 4 kali kawasan perumahan Ejukha terendam banjir. “Developer jangan asal saja bangun rumah tanpa memperhatikan lokasinya,” tutur Hendrik.

Ia mengaku kewalahan akibat ulah developer yang membangun rumah di lokasi yang asal-asalan. Hal ini tentu saja menjadi permasalahan serius ketika banjir tersebut merendam puluhan rumah warga lainnya.

Ia minta, Developer jangan hanya mencari untung, sementara rumah yang telah dibangunnya malah membuat masyarakat menjadi sengsara. Hal ini tentu saja merugikan banyak pihak. “Jangan karena mau cari untung saja, pilih lokasi yang memang bebas banjir baru dibangun rumah, kalau lokasinya rawan banjir begini tentu saja masyarakat tidak percaya developer lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Provinsi Bengkulu, Suprayitno mengatakan, untuk mengantisipasi banjir, REI akan melakukan observasi kelayakan terhadap lahan yang akan dibangun perumahaan oleh  pengembang yang tergabung REI.

“Observasi itu kita lakukan untuk mengantisipasi kesalahaan sebelumnya tidak terjadi lagi. Jika dari hasil observasi bakal lahan yang akan dibangun perumahan, tidak layak, pihak pengembang diingatkan agar tidak memaksakan diri, karena kita (REI) akan memberikan catatan kepada Pemda untuk memperingatkan pihak pengembang terkait,” kata Suprayitno.

Selain itu, dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat, pihaknya akan selalu bergandengan tangan dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Untuk itu pihaknya juga mengharapkan, kepada anggotanya dalam pembangunan perumahaan agar mengedepankan kualitas dan kuantitas, karena wilayah Bengkulu diketahui rawan bencana alam gempa bumi.

“Kita akan intens berkoordinasi dengan Pemda dan juga pengawasan lapangan. Sehingga kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya, kedepan agar tidak sampai terjadi lagi,” demikian Suprayitno.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*