TAHAP DUA : Tersangka pembunuh istri yang sedang hamil saat dilakukan pelimpahan tahap dua dari penyidik kepada JPU.

Tsk Bunuh Istri Hamil Terancam Hukuman Mati

BENGKULU – Penyidik Reskrim Polres Bengkulu Kamis (11/7) melakukan pelimpahan tahap dua terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Irian Kelurahan Sumber Jaya dengan tersangka Romi  Sepriawan (30) yang menghabisi nyawa istrinya yang sedang hamil tua.

Penyidik melakukan serah terima tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum (JPU) di Kejari Bengkulu. Kemudian tersangka langsung ditahan oleh Kejari. JPU, Daniel, SH mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka, tersangka telah menjelaskan secara gamblang perbuatannya itu dan sudah sesuai dengan apa yang tertulis dalam BAP penyidik.

“Dia melakukan itu alasannya karena waktu itu dia kebingungan. Pasal yang disangkakan yakni pasal 140 KUHP dengan ancaman pidana paling berat hukuman mati karena itu adalah pembunuhan berencana. Berkas segera kita limpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) agar perkara ini segera disidangkan,” ujar Daniel.

Sementara menurut pengacara yang mendampingi tersangka, Panca Darmawan, SH, ia yakin kliennya itu mengalami gangguan jiwa. Walaupun, hasil tes di rumah sakit jiwa versi penyidik bahwa yang bersangkutan sehat jasmani dan rohani. Ia minta bukti hasil tes kejiwaan itu diperlihatkan di persidangan nanti.

“Kita juga minta dokter yang memeriksa tersangka ini nanti dihadirkan juga di persidangan. Memang perbuatan klien saya ini salah karena menghilangkan nyawa orang. Tapi sebab dia sampai menghilangkan nyawa itu yang perlu kita dalami,” kata Panca.

Sekadar mengingatkan, tersangka menghabisi nyawa istrinya yang sedang hamil 8 bulan, Erni (29) hanya karena masalah handphone. Korban (istri tersangka) tidak mau memberitahu password kunci layar handphonennya sehingga tersangka curiga dan marah. Tersangka kemudian meminjam parang kepada tetangganya dan menggorok leher korban. Sebelum korban tewas, tersangka sempat membelah perut korban dan mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungan korban. Beruntung bayi itu keluar dalam kondisi hidup.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*