AKRAB : Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sedang berbincang dengan para gubernur dari provinsi lainnya.

Rohidin Rekomendasikan Perkuat Komoditas dan Konektivitas

BENGKULU – Sebelum acara rapat koordinasi (rakor) Gubernur se-Sumatera dibuka, digelar acara ramah tamah Senin malam (7/7). Dalam diskusi kecil antar gubernur, dibahas tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Realita yang diakui saat ini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia didominasi Jawa dan Sumatera.

Dalam suasana keakraban malam itu, para delegasi yang telah hadir di Bumi Rafflesia membahas sejumlah issu strategis pembangunan. Rakorgub kali ini mengangkat tema ‘Peningkatan Peran Pulau Sumatera Dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional’.

Gubernur Bengkulu, Dr. Rohidin Mersyah, M.MA mengatakan bahwa untuk Sumatera, penguatan konektivitas dan komoditas diperlukan agar mampu menopang pergerakan dan pemerataan ekonomi di pulau dengan luas sekitar 473.000 KM2.

“Kondisi Bengkulu memang kecil jika dibandingkan dengan provinsi lainnya, tetapi letak geografis Bengkulu yang berbatasan langsung dengan 4 provinsi, saya kira bisa menjadi beranda ekonomi wilayah barat Sumatera sekaligus pengendali inflasi,” ujar Rohidin.

Bengkulu, lanjut Rohidin, tengah berupaya fokus membuka konektivitas. Baik melalui percepatan proyek strategis nasional maupun daerah. Termasuk mendorong Pelabuhan Pulau Baai yang diproyeksikan menjadi ‘integrated port’ dengan kawasan ekonomi khusus.

“Tol Palembang Bengkulu melalui Lubuk Linggau, dalam tahapan pembebasan lahan. Bandara Fatmawati yang pengoperasiannya akan dilakukan Angkasa Pura II, tentu saja kami mohon dukungan para gubernur se-Sumatera,” kata Rohidin.

Penguatan komoditas Sumatera, sambung Rohidin, menjadi penting. Pasalnya, kondisi perekonomian Pulau Sumatera memiliki potensi dan posisi strategis dalam lingkup nasional, bahkan global. Sektor pertanian dan perkebunan, Sumatera merupakan sentra penghasil CPO (Kelapa Sawit), karet serta kopi. Belum lagi pada sektor pertambangan, menurut Rohidin Sumatera merupakan lumbung energi.

“Tentu saja, pemerataan penyediaan infrastruktur menjadi tuntutan kebutuhan Pulau Sumatera, agar mampu mendukung aktivitas pergerakan ekonomi dan terus memicu perkembangan ekonomi,” ucap Rohidin.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*