Rakor Gubernur se-Sumatera yang digelar di Grage Hotel Bengkulu, Selasa, 9 Juli 2019.

Rakor Gubernur se-Sumatera ”Lahirkan” 7 Kesepakatan

BENGKULU – Seluruh Gubernur se-Sumatera Selasa (9/7) menggelar rapat koordinasi (rakor) di bumi Rafflesia bertempat di Grage Hotel. Sebagai tuan rumah, Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, M.MA berhasil menyatukan persepsi dan komitmen bersama dengan seluruh gubernur se-Sematera.

Komitmen bersama itu dituang dalam bentuk Piagam Memorandum of Rafflesia yang langsung ditandatangani. Ada tujuh point kesepakatan yang tertulis dalam Piagam Memorandum of Rafflesia. Yang pertama, komitmen mendorong konektivitas Pulau Sumatera melalui peningkatan pembangunan ruas jalan jalur lintas barat dan lintas timur Pulau Sumatera yang terkoneksi antara Selat Malaka dan Samudera Hindia.

Yang kedua, mendukung pelaksanaan program tol laut melalui pengembangan pelabuhan-pelabuhan di wilayah barat Pulau Sumatera dan penguatan posisi Pelabuhan Sabang serta mendorong jalur pelayaran wilayah barat Pulau Sumatera sebagai jalur alternatif pelayaran selain Selat Malaka.

Ketiga,  mendukung percepatan penetapan dan pengembangan KEK Pelabuhan Pulau Baai Provinsi Bengkulu, KEK Karimun dan Batam Provinsi Kepulauan Riau, KEK Pariwisata Sungailiat dan KEK Pariwisata Tanjung Gunung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera serta mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus lainnya di Pulau Sumatera.

Rakor Gubernur se-Sumatera yang doselenggarakan di Grage Hotel Bengkulu, Selasa, 9 Juli 2019

Keempat, meningkatkan konektivitas Pulau Sumatera dan Pulau Jawa melalui percepatan realisasi pembangunan Jembatan Selat Sunda, agar dapat mewujudkan pemerataan pembangunan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Kelima, mendukung pembangunan provinsi kepulauan di Pulau Sumatera melalui percepatan realisasi pembangunan Jembatan Selat Bangka yang menghubungkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Sumatera Selatan serta Jembatan Batam–Bintan Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkatkan konektivitas serta mendorong Pemerintah Pusat untuk segera mengesahkan rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan

Keenam, membangun Sumatera Commodities Trading House yang terintegrasi dari hulu ke hilir serta berorientasi ekspor. Yang jetujuh mendorong peningkatan peran Pulau Sumatera sebagai pendukung logistik komoditas pangan untuk Pulau Jawa.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga memaparkan besarnya potensi yang ada di Provinsi Bengkulu yang tentunya juga dimiliki oleh provinsi-provinsi lainnya di Sumatera meskipun berbeda sektornya. Rohidin menjelaskan semua sektor penggerak ekonomi di pulau Sumatera yakni KEK Pulau Baai, jalan tol, rel kereta api dan pengembangan bandara Fatmawati menjadi bandara Internasional yang dikelola oleh PT.Angkasa Pura II.

Ia juga memaparkan sembilan komoditas yang menjadi fokus pengembangan industri hilir di Sumatera. “Hilirisasi industri komoditas menciptakan nilai tambah yang signifikan yang merupakan sebuah kunci akselerasi pegembangan industri di Sumatera. Selain itu, dengan produksi komoditas sawit yang besar kita perlu mendorong DBH sektor perkebunan kelapa sawit dan hilirisasinya,” kata Rohidin.

Rohidin juga mengatakan untuk perluasan akses transportasi di Sumatera perlu dibangun akses jalan di lima titik, yakni ruas jalan Mukomuko ke Kerinci, ruas jalan Kabupaten Lebong ke Surolangon Jambi, ruas jalan Seluma ke Empat Lawang, ruas jalan Manna ke Pagar Alam, dan ruas jalan Kaur ke Oki Timur.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mensupport project Gubernur Bengkulu. Dikatakannya bahwa Bengkulu tidak hanya harus menjadi tempat perlaluan saja, tapi harus menjadi tempat tujuan. Ia mendukung tol, trase kereta api, dan KEK termasuk pengembangan bandara internasional. “Kalau mau majukan indonesia, memang harus gerakkan Sumatera,” ujar Herman.

Hadir langsung dalam rakor tersebut Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pemerataan dan Kewilayahan. Drs. Oktorialdi, MA, Ph.D yang memaparkan tentang kawasan industri di Sumatera, perwakilan Bappenas, Kepala Bappeda provinsi se-Sumatera.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*