FOTO BERSAMA: Kepala BPNB Sumatera Barat, Drs Suarman didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, Raden Wahyu MSi berfoto bersama 6 orang peserta Laseda 2019 terbaik di Hotel Wedika.

6 Pelajar Ikuti Lasenas 2019

BENGKULU – Kegiatan Lawatan Sejarah Daerah (Laseda) 2019 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat di Kota Bengkulu telah selesai. Enam peserta dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu terpilih untuk mengikuti kegiatan Lawatan Sejarah Nasional (Lasenas) 2019 di Medan, Sumatera Utara.

Enam orang peserta terbaik tersebut terdiri dari tiga orang guru pendamping dan tiga orang pelajar SMA sederajat. Enam peserta dari 50 siswa dan guru pendamping yang akan mengikuti kegiatan Lasenas 2019 di Medan yaitu dari MAN 2 Padang, SMA Negeri 3 Mukomuko, SMA Negeri 10 Kaur Pentagon, dan SMA Negeri 2 Unggulan Sekayu.

Kepala BPNB Sumatera Barat, Drs Suarman mengucapkan, selamat kepada para peserta yang berhasil terpilih untuk mengikuti kegiatan Lasenas 2019 pada 8-12 Juli 2019 di Medan, Sumatera Utara. Meski begitu, pihaknya berharap kepada peserta yang tidak terpilih dapat terus mempelajari sejarah yang ada didaerahnya masing-masing.

“Kita ingin sebanyak 70 orang peserta Laseda 2019 ini bisa terus mempelajari dan mengajarkan sejarah di daerahnya masing-masing,” kata Suarman diwawancarai usai penutupan Laseda 2019 di Hotel Wedika Kota Bengkulu, Jumat (28/6).

Ia mengaku, banyak hal yang dapat dipelajari oleh para peserta, seperti mengenal sejarah daerahnya masing-masing dan menulisnya menjadi sebuah tulisan. Kemudian tulisan tersebut disampaikan kepada semua orang agar semakin banyak yang paham akan sejarah daerahnya.

“Tidak hanya sejarah daerahnya, kalian juga bisa menulis tentang sejarah pakaian adat masing-masing daerah, kenapa pakaian adat tersebut tidak dipakai lagi dimasa kini, harus dicari tahu sejarahnya, dan disampaikan ke banyak orang,” ujar Suarman.

Dengan rajin menulis sejarah, maka secara langsung telah mencintai bangsanya. Karena tidak ada bangsa yang besar tanpa mencintai sejarah dan budayanya sendiri. “Kita harapkan para peserta dapat mempelajari sejarah dan menjadikan sejarah sebagai bagian dari kegiatan mempererat keberagaman,” tutupnya.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*