Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani, SE saat menghadiri launching Gerakan Bersama Ekspor Produk Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, di Stokfile PT. Biomass Fueel di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Kamis (27/6).

Hingga Juni Nilai Ekspor Komoditas Bengkulu Capai Rp 117,45 Miliar

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengapresiasi inisiasi dan program Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu dalam mendorong produk Produk Unggulan Bengkulu agar dapat tembus ke pasar manca negara. Hal ini diungkapkan Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani, SE saat menghadiri launching Gerakan Bersama Ekspor Produk Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, di Stokfile PT. Biomass Fueel di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Kamis (27/6).

Selain itu, Pemprov juga berkomitmen terus mendukung dan bersinergi bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu dan para pihak lainnya. Sehingga ekspor produk unggulan Bumi Rafflesia semakin meningkat dan kehidupan para petani makin sejahtera.

“Disamping itu, dalam ekspor produk unggulan juga perlu ada inovasi atas produk tersebut, yang selama ini kita mengekspor bahan mentah kedepan diharapkan para eksportir bersama para pelaku usaha bisa meciptakan produk turunan atau produk jadi, baru kemudian diekspor ke negara tujuan. Sehingga nilai tambah dari produk-produk pertanian ini bisa untuk dapat menutup defisit neraca perdagangan kita,” jelas Yuliswani.

Terkait masih terbilang rendahnya neraca ekspor Bengkulu, menurut dia juga disebabkan banyaknya produk yang ada tidak keluar melalui pintu ekspor Bengkulu melainkan atas nama daerah lain. “Ini merupakan tantangan bagi kita, bagaimana kita bersinergi agar produk-produk yang dihasilkan Bengkulu ini dapat tercatat ekspornya melalui Provinsi Bengkulu,” pungkasnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI, Ali Jamil mengapresiasi eksportir Bengkulu atas pencapaian total nilai ekspor sebesar Rp. 162,65 miliar atau naik 72,2% dibandingkan periode yang sama pada  tahun lalu.

“Ini kita dorong terus, dari sistem pelayanannya maupun jaminan kesehatannya, sesuai persyaratan negara tujuan. Saat ini sarang walet asal Bengkulu diekspor ke Taiwan melalui kantor pos atau jasa titipan, ini bisa jadi alternatif sementara, lewat jasa titipan atau bandara internasional terdekat, intinya kita dorong agar bisa langsung lewat Bengkulu, dan pastinya harus disertifikasi Karantina agar sesuai persyaratan negara tujuan,” ungkap Ali.

Selain sarang walet, Data Stasiun Karantina Pertanian Bengkulu, saat ini juga diekspor pula cangkang sawit tujuan Thailand, kayu manis dan karet lempengan tujuan Amerika Serikat dengan nilai mencapai Rp 10 miliar.

Badan Karantina Pertanian juga terus mendorong pertumbuhan ekspor komoditas pertanian daerah setidaknya dengan dua program, yaitu program Inline Inspection Karantina dan Program Agro Gemilang.

Berdasarkan data sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST diwilayah kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu, tahun 2018 ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Bengkulu sebanyak Rp.162,65 miliar, sedangkan hingga Juni 2019, nilai ekspor komoditas pertanian mencapai Rp.117,45 miliar.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*