PAPARAN : Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter, KPw BI Provinsi Bengkulu, Rifat Pasha memaparkan terkait inflasi dalam acara halal bihalal bersama wartawan. (Foto Eki)

Harga Bawang Tak Stabil Pacu Inflasi

BENGKULU – Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter, KPw BI Provinsi Bengkulu, Rifat Pasha menyampaikan perkembangan inflasi selama Bulan Mei 2019, Rabu, (19/6).

‘’Inflasi Bengkulu pada Bulan Mei 2019 mencapai 1.11 persen mtm diatas realisasi inflasi Sumatera 0.88 persen mtm maupun inflasi nasional 0.68 persen mtm,’] kata Rifat Pasha.

Dijelaskannya bahwa sumber tekanan inflasi bulan Mei itu berasal dari angkutan udara (andil 0.22 persen mtm), daging ayam ras (andil 0.19 persen mtm), cabai merah (andil 0.16 persen mtm), bawang putih (andil 0.14 persen mtm). Kenaikan inflasi pada komoditas bawang putih dan cabai merah dipengaruhi oleh pasokan yang terbatas.

Ini disampaikan Rifat dalam acara halal bihalal bersama awak media di rumah makan Kampung Pesisir Pantai Panjang. “Berdasarkan pantauan data pusat informasi harga strategis nasional, untuk 10 komoditas pangan strategis di 10 provinsi di Sumatera harga di Kota Bengkulu relatif terjaga. Kecuali untuk komoditas bawang putih dan bawang merah,” kata Rifat.

Sebab harga rata-rata untuk komoditas bawang merah dan bawang putih sejak H-8 sampai dengan H+8 Idul Fitri  untuk Bengkulu tidak terkendali alias tinggi, yakni untuk bawang putih Rp 49.907 dan bawang merah Rp 36.042. “Kenaikan inflasi yang cukup tinggi memang lebih didorong oleh pergerakan harga yang signifikan  pada H-8 dan H+8 sebelum Idul Fitri,” jelas Rifat.

Namun meskipun inflasi Bengkulu pada bulan Mei 2019 cenderung lebih tinggi dibandingkan tiga tahun terakhir, kondisi ini sebenarnya masih sejalan dengan fenomena nasional. Dibandingkan dengan provinsi lainnya di Sumatera, inflasi Bengkulu pada tahun 2019 berada pada peringkat ke-4 tertinggi. Namun kondisi tersebut lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Rifat melanjutkan, upaya untuk menjaga stabilitas harga pangan strategis selama bulan Ramadan tidak terlepas dari upaya pemerintah provonsi/kota/kabupaten bersama pihak-pihak terkait untuk menjamin pemenuhan pasokan dan kelancaran distribusi serta menyelenggarakan kegiatan pasar murah yang cukup masif di beberapa lokasi.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*