Polres Kepahiang Ringkus Bandar Ganja

KEPAHIANG– Tim Satnarkoba Polres Kepahiang kembali meringkus  bandar  narkoba jenis ganja, AG (24), warga Kelurahan Ujan Mas, Ujan Mas, Kepahiang Senin, (29/4).

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa puluhan paket ganja siap edar. Rinciannya, 1 paket ganja berukuran besar seberat 1/2 Kg, 1 paket  berukuran sedang, 24 paket kecil. Ditambah,  2 kotak kertas paper untuk menghisap ganja, 2 buah bong alat isap sabu-sabu. Serta 23 korek api tanpa kepala,1 bungkus plastik kecil berlis merah dan 1 tuperware warna putih dan 1 buah gunting.

“Kini tersangka bersama barang buktinya sudah kita tahan untuk menjalani pemeriksaan. Tersangka dijerat pasal 111 Ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 dengan ancaman penjara 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. Sedangkan tersangka lainnya, MW yang berstatus DPO masih terus diburu,’’ jelas Kapolres AKBP Pahala Simanjuntak,S.I.K melalui Kasat Narkoba, Iptu.Rahmat, SH, MH.

Ganja yang berhasil disita Polres dari tersangka AG

Dikatakan, aksi penangkapan terhadap tersangka AG yang merupakan pemuda tamatan SMK ini berawal dari penyelidikan tentang informasi adanya bandar Narkoba yang sering bertransaksi di wilayah tersebut berinisial MW (24). Tersangka MW yang sudah menjadi target petugas merupakan teman akrab  AG yang berdomisili tidak jauh dari tempat tinggal MW.

“Tersangka MW berhasil melarikan diri dengan cara masuk ke semak-semak hutan, ketika kepergok di tengah jalan menuju ke arah rumahnya dengan petugas kami yang pada saat itu akan menangkapnya,” ujar Kasat.

Untuk itu, sempat terjadi  aksi kejar-kejaran ditengah pemukiman yang padat penduduk. Lalu, MW melompat dan masuk ke semak-semak hutan dan petugas kehilangan jejak.

“Pada saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka MW yang disaksikan Ketua RW , petugas menemukan 1 paket kecil ganja di bungkus kertas koran berada dibawah bantal tempat tidur tersangka MW,” katanya.

Dari penggeledahan dirumah tersangka MW inilah, Kasat Resnarkoba bersama anggotanya mendapatkan informasi bahwa tersangka MW menyimpan ganja di sebuah pondok cabe milik tersangka AG. Dalam pemeriksaan  petugas tersangka AG mengaku bekerjasama dengan MW dalam bisnis barang haram tersebut, baik jenis ganja maupun sabu-sabu

“ 1 paket ganja kecil kami jual seharga Rp.50 ribu kepada pembeli,” tutur AG kepada penyidik.(rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*