Rahman Jasin

Untuk ISFF 2020
Segera Garap Film Pendek ‘’Dhol’’

REJANG LEBONG– Setelah menggarap film pendek ‘’Botoi Botoi’’ yang masuk nominasi Top 20 Indonesia short Film Festival (ISFF) 2019 SCTV dan film ‘’Saripah’’, Rahman Jasin kembali menyiapkan skenario film ‘’Dhol’’.

‘’Film Dhol ini kita siapkan untuk ISFF 2020 SCTV dan International Short Film Festival  (ISFF) 2020 Detmold, Germany. Kini kita masih mempersiapkan para pemain dan tim produksi. Termasuk mendiskusikan skenario dengan pemangku adat, kawan teater, kawan sastra, kawan perupa dan kawan kawan tari tradisi. Sehingga ketika film ini diproduksi tidak lagi terjadi bongkar pasang konsep. Karena konsepnya sudah dimatangkan sejak awal,’’ tutur Rahman Jasin yang akrab disapa Maman Kumbu.

Dikatakan, film ‘’Botoi Botoi’’ diproduksi Bencoolen Cinema. Sedangkan film ‘’Saripah’’ digarap bersama Marlborough Ficture.  Untuk film ”dhol” masih dalam tahap penjajakan. Karena masih dalam tahap penyusunan  tim produksi.

Film ‘’Dhol’’ berkisah tentang perjalanan cinta Razi, pemain dhol dan kekasihnya Sopia, gadis penari tabut.  Razi bukan hanya pemain dhol. Tapi, Razi juga pembuat dhol, alat musik tradisional Bengkulu. Razi dan Sopia adalah anggota sanggar tari tradisi di Kota Bengkulu yang sedang bersiap mengikuti festival tabut.

‘’Selepas memenangkan festival tari tabut, Razi berjanji akan menemui Datuk Marwan untuk melamar Sopia. Ternyata, Datuk Marwan, ayah Sopiah marah. Razi dihina dan diusir. Tapi, Razi tetap bersikukuh. Melihat Razi tak bergeming, Datuk Marwan kian pitam. Lalu, Datuk Marwan berusaha menghajar Razi. Razi melawan. Ketika baku pukul terjadi, Sopia muncul sambil menangis dan memeluk kaki Datuk Marwan. Bagaimana kejadian selanjutnya? Apakah Razi direstui Datuk Marwan? Atau ditolak? Ikuti filmnya nanti,’’ kata Rahman Jasin.

Diakui Rahman Jasin, film ‘’Dhol’’ berusaha mengangkat prosesi tabut yang dikemas dalam film pendek. Proses tabut merupakan prosesi budaya paling besar di Bengkulu. Prosesi tabut hanya ada di Bengkulu. Proses tabut akan dilaksanakan, Bulan September 2019.

‘’Dalam film dhol ini, kita juga akan melibatkan pemain dan tim produksi asli Bengkulu. Film ini menggambarkan proses pembuatan dhol hingga jadi dan digunakan untuk latihan hingga digunakan untuk mendukung rangkaian festival tabut. Jadi, film dhol ini akan menjadi film budaya yang mengangkat nilai nilai kerarifan lokal. Kekuatan dhol dan tabut inilah yang menjadi salah satu keunggulan film dhol saat bersaing di arena ISFF 2020 SCTV dan ISFF 2020 Detmold Germany nanti,’’ demikian Rahman Jasin. (rjs)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*