Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 18)

KARANG NIO Menarik nafas dalam-dalam.  Sambil mengernyitkan dahi, Karang Nio melepas senyum. ‘’Tadi malam, kanda sudah menemukan cara untuk menyelamatkan dinda,’’ kata Karang Nio.

‘’Bagaimana caranya kak?’’ Serindang balik bertanya. ‘’Engkau akan ku hanyutkan di Sungai Ketahun dengan rakit bambu. Kanda sudah menyiapkan bekal untuk dinda,’’ Karang Nio berusaha meyakinkan Serindang.

Mendengar penjelasan Karang Nio, Putri Serindang Bulan hanya tercenung. Serindang membayangkan betapa menakutkannya menyisiri Sungai Ketahun hanya dengan rakit bambu. Dada Serindang berdegub kencang karena dibaluri rasa takut.

‘’Kanda yakin, engkau pasti kuat melakukan perjalanan ini. Ini kanda lakukan untuk menjaga engkau tetap hidup. Kada juga yakin, engkau pasti akan menemukan kebahagian di luar Renah Skalawi ini,’’ kata Karang Nio.

Karena apa yang disampaikan Karang Nio semata-mata dilakukan untuk kebahagian Serindang. Maka, putri Rajo Mawang ini berusaha menahan iba.

‘’Dinda minta kanda tetap menjaga tuanku rajo yang sudah tua. Tolong jangan ceritakan kepada siapapun tentang kepergian dinda ini. Dinda yakin, apa yang kanda katanya tadi akan menjadi kenyataan. Semoga dinda menemukan kebahagian di luar Renah Skalawi ini,’’ kedua bola mata Serindang tampak berkaca-kaca. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*