Petani Rejang Lebong Keluhkan Harga Cabai ”Melorot”

REJANG LEBONG– Harga cabai melorot tajam, petani Dusun Air Nipis Desa Air Bening, Bermani Ulu Raya (BUR) Rejang Lebong menjerit.

‘’Saat ini harga cabe ditingkat petani hanya  Rp 6000 per kg. Akibatnya saya merugi banyak. Modal tanam cabe habis Rp 30 juta dan hasil panen hanya Rp 5 juta,’’ ungkap Hairudin (45), petani cabe dan sayur sayuran Dusun Air Nipis kepada potretbengkulu.com, Sabtu, (9/3).

Selain cabai, harga tomat dan kol juga anjlok. Harga tomat saat anjlok menjadi Rp 500 per kg. Begitu juga kol turun menjadi Rp 500 per kg.

‘’Akibatnya, banyak tomat dan kol di kebun petani tidak dipanen. Sebab, lebih mahal biaya panen dan ongkos angkut panen ketimbang harga jualnya,’’ tutur Hairudin.

Hairudin (45), petani Dusun Air Nipis Desa Air Bening, Bermani Ulu Raya, Rejang Lebong. (foto.rahman jasin)

Ayah 4 anak yang baru 3 tahun berkebun di Dusun Air Nipis ini mengaku sangat memerlukan bimbingan PPL pertanian. Soalnya, sejak 3 tahun, Hairudin mengaku belum pernah bertemu dengan PPL pertanian.

‘’Jika ada petugas PPL kami bisa meminta saran dan pendapatnya. Khususnya tentang teknik dan pola tanam. Sekaligus saran terkait jenis tanaman yang bakal kita tanam. Sehingga kita tidak merugi seperti sekarang ini,’’ katanya.

Diakui Hairudin, di sekitar kebun cabe dan kebun sayur sayuran yang digarapkan, tercatat sekitar 10 hektare lebih kebun yang digarap petani.

‘’Karena kami tidak pernah dikunjungi PPL, maka, kami tidak memiliki kelompok tani. Teknik menanam sayuran yang kami gunakanpun hanya berdasarkan pengetahuan kami saja. Makanya, kami sangat membutuhkan bimbingan PPL agar kami mampu meningkatkan hasil panen serta mampu mendapatkan hasil panen dengan harga jual tinggi,’’ demikian Hairudin. (rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*