Pagar beton kolam air deras di Kelurahan Karang Anyar, Curup jebol diterjang banjir air sungai air duku, pukul 20.00 WIB, Jum'at, 1 Maret 2019. (foto.rahman jasin)

Sungai Air Duku Meluap
Rumah Terendam 2 Kolam Jebol, Sawah Rusak dan Jembatan Amblas

REJANG LEBONG– Sungai Air Duku meluap, bukan hanya merendam rumah-rumah warga di wilayah Kelurahan Karang Anyar dan Dusun Curup. Namun, banjir juga menjebol 2 kolam ikan petani di Kelurahan Karang Anyar, Curup. Serta merusak sawah dan jembatan di Desa Duku Ulu. Banjir menerjang sekitar pukul 20.00 WIB, Jum’at, (1/3).

Diantara rumah warga yang direndam banjir setinggi 75 CM itu adalah rumah Feri Sutomo di lingkungan RW 01 RT 02 Kelurahan Karang Anyar Atas. Penghuni rumah yang berada di pinggir Sungai Air Duku itu terpaksa mengungsi ketika banjir melanda secara tiba-tiba.

Ikan di kolam Kelurahan Karang Anyar Curup, ludes diterjang banjir, pukul 20.00 WIB, Jum’at, 1 Maret 2019. (foto. rahman jasin)

Sedangkan 2 kolam ikan warga Karang Anyar yang jebol itu adalah kolam ikan milik Ayek. Kendati kolam air deras itu tidak berisi ikan, namun, dinding pagar bagian depan dan belakang ambruk. Dinding pagar beton yang roboh itu sekitar 40 meter di bagian depan dan 25 meter di belakang.

Kolam ikan lain yang rusak dan ikan piaraannya lenyap terbawa arus banjir itu adalah kolam pancing dan kolam pembesaran yang digarap Budiman (65).

Jembatan di jalan penghubung Desa Duku Ulu – Kejalo amblas diterjang banjir Sungai Air Duku, pukul 20.00 WIB, Jum’at, 1 Maret 2019. (foto.rahman jasin)

‘’Kita baru memasukan ikan di kolam pancing sekitar 100 kg. Sedangkan bibit ikan di 3 kolam pembesar yang ditebar sekitar 7.000 ekor terdiri dari ikan nila dan ikan mas. Tak hanya itu, 2 ekor bebek dan telur bebek yang sedang dierami juga hanyut terbawa banjir,’’ jelas Budiman kepada potretbengkulu.com, Sabtu, (2/3).

Selain meludeskan ikan di dalam kolam Budiman, banjir juga menggerus dinding beton penahan kolam di pinggir kolam. Panjang beton penahan air sungai yang kondisinya nyaris roboh itu mencapai 40 meter.

‘’Kerugian kami akibat banjir ini mencapai Rp 25 – Rp 30 juta,’’ jelas Budiman.

Sawah Sahibullah (33) petani Desa Duku Ulu rusak diterjang banjir sungai air duku, pukul 20.00 WIB, Jum’at, 1 Maret 2019. (foto.rahman jasin)

Amuk banjir juga merusak lahan persawahan petani Desa Duku Ulu. Diantaranya lahan sawah milik Sofyan di Desa Duku Ilir yang baru ditanam. Dan sawah milik Sohibullah di Desa Duku Ulu. Termasuk merusak pondasi jembatan jalan BRDP penghubung Desa Duku Ulu – Musi Kejalo.

‘’Sebagian lahan sawah ini tertimbun lumpur pasir  dan koral. Sedangkan padinya baru ditaman 1 bulan lalu,’’ jelas Sohibullah.

Diakui Sohibullah, Sungai Air Duku sebelumnya pernah meluap dan banjir. ‘’Sekitar 10 tahun lalu Air Duku ini pernah banjir. Setelah itu tenang dan kini banjir lagi,’’ ujar Sohibollah.

Kondisi jembatan di jalan penghubung Desa Duku Ulu – Musi Kejalo yang amblas masih bisa dilewati sepeda motor.

‘’Pagi tadi, jembatan yang dibangun Proyek BRDP  ini tidak bisa dilewati karena pondasinya amblas sekitar 0,5 meter. Untung saja, pondasi jembatan ini tertaha pipa PDAM. Jadi badan jembatannya tidak ambruk. Setelah kita gotong royong, sepeda motor petani sudah bisa melintasinya,’’  terang Darussalam (61) dan Edi Syahbana (51), petani kopi yang kebunnya berada tak jauh dari jembatan amblas. (rjs)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*