Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HUT ke - 16 Kabupaten Mukomuko , Minggu, (24/2)

Gub Hadiri Paripurna Istimewa HUT Mukomuko

BENGKULU– Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT Kabupaten Mukomuko Ke-16, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Minggu, (24/2).

“Ini momentum bagi kita untuk selalu bersyukur sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para pendiri dan semua pihak yang telah membangun Kabupaten Mukomuko. Lebih penting dari itu tentunya kesempatan untuk membangun komitmen yang kuat dari seluruh elemen bahwa kita harus maju, kita punya kemampuan dan kita juga punya potensi yang bagus, namun sinerginya saja yang belum terbangun secara baik,” ungkap Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Dikatakan, Pemprov Bengkulu berkomitmen mendorong pembangunan Kabupaten “Kapuang Sakti Rantau Batuah” ini. Misalnya melalui  pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HUT ke – 16 Kabupaten Mukomuko, Minggu, (24/2)

“Bagaimana peran Pemprov Bengkulu mambangun Mukomuko terkait pembangunan infrastruktur. Maka di tahun 2019 ruas jalan Dusun Gedang – Simpang Yamajaya Pondok Kopi, Penarik – Lubuk Pinang, Lubuk Gedang – SP 6, Tanah Rekah – SP 4, akan kita bangun,” tuturnya.

Disamping itu, terkait potensi wisata, Pemprov Bengkulu juga akan mendorong beberapa agenda tahunan Pemkab Mukomuko untuk menjadi event tahunan provinsi bahkan menjadi event tahunan nasional, seperti Festival Kesenian Tari Gandai dan Event JAM (Jelajah Alam Mukomuko).

Khususnya Event JAM ini juga bagus dan juga bisa menjadi kalender event nasional. Tapi menurut Rohidin harus rutin tanggal pelaksanaan dalam setiap tahunnya dan rute yang ada itu dibakukan, apalagi event ini sudah 3 kali dilaksanakan.

“Itu nanti kalau sudah rutin di kabupaten, saya angkat menjadi Kelender Bengkulu. Seperti Festival Tabut dan Bumi Rafflesia itu, juga akan saya presentasikan di Kementerian Pariwisata, kemudian diakui jadi Kalender Pesona Indonesia dan dibiayai sepenuhnya oleh pihak kementerian,” demikian Gubernur. (rls)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*