Keluarga Saripah akhirnya berkumpul kembali. (foto.rahman jasin)

Juga Ikut ISFF 2019 SCTV
Syuting Film Pendek ”Saripah” Tuntas

BENGKULU– Syuting film pendek ‘’Saripah’’ akhirnya rampung. Film berdurasi 7 menit yang digarap Marlborough Ficture ini akan diikutkan dalam Indonesia Short Film Festivai (ISFF) 2019 yang digelar SCTV. Sebelumnya, Rahman Jasin selaku penulis dan sutradara ”Saripah” juga membesut film pendek ”Botoi Botoi” bersama Bencoolen Cinema yang juga akan diikutkan dalam ISFF 2019 SCTV.

Film ‘’Saripah’’ yang digarap Rahman Jasin selaku sutradara dan penulis skenario ini didukung beberapa pemain. Mereka Drs. Sumardi dan keluarga. Darwin (Mawardi), Rosdianti (Saripah), Toto Suprapto (pedagang makanan dan minuman), Delson dan Intan (pedagang mainan dan boneka). Serta 2 pemain cilik, Bunga Citra Alyssa dan Chayla Sukma sebagai putri Saripah – Mawardi.

Sedangkan tim produksi didukung tim Studio Papapics Bengkulu, Agung dan kawan-kawan. Serta  Anto Asa  bertindak sebagai asisten sutradara merangkap penata artistik.

Syuting film ‘’Saripah’’ dilakukan dibeberapa lokasi. Mulai dari rumah kediaman Sumardi di Kelurahan Sidomulyo, Bengkulu, RM Tanjung Karang, Toko Boneka di Pengantungan, Hotel Seruni. Serta di lapak pedagang makanan dan minuman Pasar Barukoto II. Termasuk, kawasan Kampung Cina dan Benteng Marlborough.

‘’Cerita film pendek Saripah ini cukup sederhana. Film ini berkisah tentang sosok Saripah, perempuan paruh baya yang menderita gangguan jiwa. Saripah terpisah dari keluarga dan hidup menggelandang,’’ ujar Rahman Jasin

Mawardi, suami Saripah bersama 2 putrinya, Chayla dan Bunga.

Ketika menghampiri deret lapak pedagang makan dan minuman di Pasar Baru Koto II, Saripah langsung diusir pedagang. Padahal Saripah hanya minta segelas air sebagai pelepas dahaga.

Karena permintaannya tak digubris, Saripah mengamuk dan nyaris merusak etalase pedagang. Pedagang pemilik lapak, Toto Suprapto kontan naik pitam. Melihat pedagang marah, amuk Saripah kian menjadi.

Salah seorang pengunjung, Sumardi, masih mengenali  Saripah. Sumardi adalah teman dekat  Mawardi, suami Saripah. Merasa iba, Sumardipun meminta pedagang untuk memberikan apa yang diinginkan Saripah. Bahkan, Sumardi juga memberikan uang kepada Saripah. Mendapat apa yang diinginkan Saripah pun menjadi tenang. Lalu, kembali menyisiri lingkungan Pasar Baru Koto.

Saat melihat boneka yang dijual pedagang K5, fantasi Saripah kembali mengembang. Saripah kembali terkenang dengan 2 putrinya, Chayla dan Bunga yang sangat dicintainya. Saripah masih mampu mengingat saat membelikan si kecil Chayla sebuah boneka berwarna merah. Juga terkenang saat Saripah menyelimuti Chalya dan Bunga yang tertidur lelap di kamar. Saripah juga teringat saat santap siang bersama suami dan 2 putrinya ditemani keluarga Sumardi.

Tiba tiba Saripah menyambar boneka yang dipajang di lapak pedagang. Aksi Saripah kontan menyulut amarah Delson, pedagang boneka. Delson berusaha merampas boneka di tangan Saripah. Saripah terus meronta dan akhirnya berhasil meloloskan diri. Ketika berlari cepat, Saripah menabrak laki-laki paruh baya yang menggandeng 2 putrinya. Laki laki itu adalah Mawardi, suami Saripah. Dan 2 putrinya itu adalah, Chayla dan Bunga. Melihat Saripah, Chayla dan Bunga kontan kaget. Soalnya, kendati pakaian Saripah sudah tidak karuan, Chalya dan Bunga masih bisa mengenali Saripah.

Saripah terus berlari karena takut dikejar pedagang. Saripah terjatuh di meredian jalan. Chalya dan Bunga mengejar sambil berteriak ‘’mama…mamaaa…!!’’  kedua gadis kecil itu langsung memeluk Saripah. Saripah bingung karena tidak mengenali Chalya dan Bunga. Lalu, Bunga menarik papanya, Mawardi. Awalnya Mawardi juga kebingungan. Tapi setelah dipandanginya lekat lekat, Marwadi akhirnya bisa mengenali Saripah. Dalam ‘’ledakan’’ isak tangis yang mengharu biru, keluarga inipun akhirnya berkumpul kembali.

‘’Karena dikejar durasi, maka, kita tidak menjelaskan latarbelakang atau penyebab Saripah stress. Namun, kendati dikemas dalam durasi 7 menit, film pendek Saripah akan mampu mengharubirukan suasana hati penonton,’’ demikian Rahman Jasin. (rjs)

2 comments

  1. Keren semoga sukses. Dan terus berkarya.. memberi kebanggaan bagi daerah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*