Presiden Jokowi tiba di Bengkulu disambut Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Jokowi Buka Tanwir Muhammadiyah

BENGKULU – Sidang Tanwir Muhammadiyah yang sebelumnya diagendakan  bakal dibuka Wakil Prisden RI, Jusuf Kalla, akhirnya dibuka Presiden, Ir. H. Joko Widodo. Upacara pembukaan  dipusatkan di Balai Raya Semarak Bengkulu, Jum’at (15/2).

Dalam pidato kenegaraannya, Jokowi menyampaikan harapan terhadap Muhammadiyah, program pembangunan, Dana Desa (DD), hingga menepis hoax yang menimpanya.

“Saya berterimakasih kepada syarikat Muhammadiyah yang telah berkontribusi bagi bangsa sejak masa kemerdekaan hingga di masa kini. Sayapun berharap kader Muhammadiyah tetap berperan dalam menjaga dan pesatuan dan kesatuan bangsa, dan teruslah berkontribusi. Apalagi dalam Tanwir kali ini bertemakan Bergama Yang Mencerahka, saya rasa ini sangat tepat sekali,” ungkap Jokowi.

Disisi lain, Jokowi juga menjelaskan agenda pembangunan untuk Provinsi Bengkulu, diantaranya pengelolaan bandara Fatmawati Soekarno yang diambil alih PT Angkasa Pura. Sehingga nantinya bandara bisa dibesarkan dan menjadi bandara internasional.

Presiden dan Gubernur Bengkulu pukul dol buka Tanwir Muhammadiya, Jumat, 15 Februari 2019.

“Kemudian juga pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan Pulau Baai. Tentu saja agenda ini besar manfaatnya bagi daerah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan, dengan kucuran DD, masyarakat diharakan juga dapat melihat hasil atau manfaatnya. Jadi jangan bilang Jokowi hanya fokus pada pembangunan insfrastruktur sekala besar saja.

“Karena fakta sebenarnya yang kecil-kecil lebih banyak lewat DD. Dimaan dari tahun-ketahun, alokasi besaran DD terus meningkat,” ujar Jokowi.

Ketika itu juga, Jokowi menepis sejumlah isu yang lebih cenderung hoax menerpanya dan juga pemerintahan saat ini. Seperti Jokowi Antek Aseng, Jokowi PKI, dan kriminalisasi ulama. Antek Asengnya dimana, dan ini perlu diluruskan, seperti Blok Rokan selama 90 tahun dikuasasi Chevron, dan tambang emas Freeport di Papua yang sudah kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Usai membuka Tanwir Muhammadiyah, Presiden dan Gub ”diserbu” Jurnalis, Jum’at, 15 Februari 2019.

“Kemudian soal PKI, saya ini lahir tahun 1961. Sedangkan PKI dibubarkan pada tahun 1965-1966, berarti umur saya masih 4 tahun. Ya kalau ada yang menuduh Presiden Jolowi itu PKI, berarti dulu ada PKI balita. Mengenai isu kriminalisasi ulama, negara ini adalah negara hukum. Setiap orang sama di mata hukum. Jika ada yang bermasalah dengan hukum pasti diproses,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir mengatakan, Tanwir sangat penting untuk wahana evaluasi program dan proyeksi Muhammadiyah dalam sisa waktu satu setengah tahun ke depan menuju Muktamar di Surakarta pada bulan Juni tahun 2020.

“Saya berharap para anggota dan peserta Tanwir selamat bermusyawarah dengan spirit ukhuwah, cerdas, dan produktif,” harap Haedar.

Sedangkan Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah mengharapkan, dalam momen Tanwir Muhammadiyah yang dihadiri langsung Presiden dan tokoh nasional lainnya, diharapkan dapat memperhatikan kondisi Provinsi Bengkulu. “Kita berharap dengan kedatangan Pak Jokowi, dapat memberikan dampak positif bagi Provinsi Bengkulu,” demikian Rohidin.

Pembukaan Tanwir Muhammadiyah yang ditandai pemukulan Dol juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, yakni Menkominfo Rudiantara, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakapolri Komjen.Pol. Ari Dono, Pimpinan Ormas Islam, dan Kepala Daerah se-Provinsi Bengkulu.(P-03)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*