Duit tabungan senilai Rp 679 juta raib, 59 nasabah Kantor Pos PUT, Rejang Lebong ngadu ke DPRD Rejang Lebong, Sabtu, 6 Oktober 2018. (foto.rahman jasin)

Duit Tabungan Rp 679 Juta Lenyap 59 Nasabah Kantor Pos Ngadu ke DPRD

REJANG LEBONG– Tragis.  Duit tabungan 59  nasabah Kantor Pos Padang Ulak Tanding (PUT) dengan total Rp 679 juta lenyap sebelum dicairkan. Karena penggantian duit tabungan  sudah 1 tahun terkatung-katung, para nasabah e-Batara Pos itu akhirnya  mengadu ke DPRD Rejang Lebong, Sabtu, (6/10).

Rombongan nasabah malang itu diterima Ketua DPRD Rejang Lebong, M.Ali, ST beberapa anggota dewan lain. Penyampaian aspirasi atau hearing itu dihadiri Kapolsek PUT, Iptu. Djarkoni. Serta, Kepala Kantor Pos Cabang Curup, Abdul Jamil dan Aminudin mewakili Kantor Pos Region Palembang. Serta Kabag Hukum Setdakab Rejang Lebong, Max Pinal.

Dalam hearing itu, 59 nasabah mendesak Kantor Pos untuk mengembalikan tabungan yang totalnya mencapai Rp 679 juta dikembalikan.

‘’Sudah 1 tahun lebih, saldo tabungan 59 nasabah E-Batara Pos hilang. Padahal, buku tabungannya ada di kami dan kami tidak pernah mengambil duit tabungan tapi saldonya hilang. Bayangkan dari Saldo Rp 21 juta yang tersisa tinggal Rp.112.000. Ternyata ada sebagian nasabah saat menabung bukan diberikan slip tabungan. Tapi yang diberikan justru slip penarikan tabungan. Karena slip yang diberikan petugas Pos itu sudah diteken nasabah  maka, saldo tabungannya langsung berkurang senilai yang tertera di slip penarikan. Padahal saat ini nasabah mau menabung. Inilah salah satu dari 9 modus yang dilakukan Muhapril Asri itu. Modus lainnya nasabah yang menabung tidak langsung dilayani. Tapi, nasabah diminta untuk meninggalkan uang tabungan dan buku tabungannya. Ternyata uangnya dibawa kabur,’’ jelas Mahyudin salah seorangan nasabah.

Mahyudin memperlihatkan buku tabungan e Batara Pos yang isinya lenyap. (foto.rahman jasin)

Hal senada dilontarkan Mono yang mengaku total  tabungan yang tertera di buku tabungan miliknya sebesar Rp 40 juta. Tapi, ketika akan dicairkan ternyata saldonya tersisa Rp 400.000.

‘’Ketika itu Kepala Kantor Pos PUT dijabat Muhapril Asri.  Sejak Agustus 2017 lalu sampai kami sudah 3 kali melakukan pertemuan dengan pihak kantor pos. Pertama melakukan 2 kali tabayun di Polsek PUT dan 1 kali tabayun  di Polres Rejang Lebong. Saat itu, pihak kantor hanya berjanji bertanggung jawab. Tapi, sampai hari pihak Kantor Pos belum juga mengembalikan duit tabungan kami. Ini yang membuat kami keberatan dan minta bantuan dewan untuk menyelesaikannya,’’ kata Mahyudin.

Mono nasabah Kantor Pos PUT juga memperlihatkan isi tabungan e Batara Pos yang lenyap tanpa sepengetahuannya. (foto.rahman jasin)

Nasabah lainnya, Simbang  Aman juga mendesak Kantor Pos segera mengembalikan dana tabungan 59 nasabah yang disebutkan telah dibawa kabur Kepala Kantor Pos PUT, Muhapril Asri.

‘’Kantor Pos inikan merupakan BUMN. Ketika duit nasabah dibawa kabur pejabat Kantor Pos, tentu Kantor Pos harus bertanggung jawab mengembalikan dana tabungan kami. Karena kami menabung di Kantor Pos PUT itu dilakukan secara benar. Menabung pada jam kerja dan bukti penyetoran dana tabungan itu dilengkapi dengan bukti otentik. Seperti dicantumkan dalam buku tabungan. Atau hanya diberikan kwitansi yang dibubuhi stempel Pos dan diteken petugas Pos.  Lalu, mengapa duit kami belum juga dikembalikan sampai kini,’’ papar Simbang Aman.

Usai mendengarkan keluh kesah para nasabah, Ketua DPRD Rejang Lebong, M.Ali, ST langsung meminta tanggapan Kepala Kantor Pos Cabang Curup, Abdul Jamil.

‘’Memang kita dari Kantor Pos da 59 nasabah sudah 3 kali mediasi. Tapi belum juga mendapat kata sepakat. Kami minta seluruh nasabah menyerahkan bukti-bukti. Tapi, data yang kita inginkan masih ada yang belum diserahkan nasabah. Misalnya, berapa total tabungan, berapa yang dibayarkan.  Kalau datanya lengkap maka bisa dibayarkan. Intinya Kantor Pos siap bertanggung jawab. Tapi, pembayarannya tidak bisa dilakukan serta merta. Kami harus memiliki dasar pembayarannya. Misalnya putusan pengadilan,’’ kata Abdul Jamil.

Nasabah E Batara Pos yang duit tabungannya juga raib usai mengadu ke DPRD Rejang Lebong, Sabtu, 6 Oktober 2018. (foto.rahman jasin)

Ungkapan serupa juga disampaikan Aminudin utusan dari Kantor Pos Regional Palembang. ‘’Sebagian nasabah memang sudah ada yang dibayar. Uang yang dibayarkan itu diambil dari hak-hak Muhapril Asri. Kini, Muhapril Asri yang melakukan penggelapan dana tabungan nasabah itu sudah dijatuhi hukuman 3 tahun penjara,’’ kata Aminudin.

Jadi lanjut Aminudin, para nasabah dapat mengajukan gugat perdata kepada Kantor Pos. Apapun putusan pengadilan Kantor Pos siap melaksanakannya.

‘’Dewan akan menerbitkan rekomendasi agar Pemkab Rejang Lebong dapat menyelesaikan masalah yang dialami 59 nasabah Kantor Pos PUT ini. Sekarang kita minta tanggapan Kabag Hukum Pemkab Rejang Lebong.Sebab, menurut Kantor Pos duit nasabah ini bisa dibayar kalau ada putusan pengadilan,’’ tutur Ali.

Max Pinal langsung menanggapi. ‘’Sebelum masalahnya kita gugat di pengadilan, maka, kita harus membentuk tim verifikasi yang akan mendata dan mengumpulkan data-data terkait tabungan 59 nasabah ini. Hasil pendataan tim verifikasi ini akan kita sampaikan ke Kantor Pos. Kalau masih belum bisa dibayar baru kita gugat di pengadilan,’’ papar Max Pinal.

Saran yang disampaikan Max Pinal langsung disambut para pihak. ‘’Tim verifikasi secepatnya akan kita bentuk dan akan langsung melakukan tugasnya,’’ ujar Max Pinal.(rjs)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*