18 buku tabungan dan uang PIP yang baru dicairkan peserta didik di PKBM Alena Smart School.

Aksi OTT di PKBM Alena Smart School
Polres Terus Sidik 2 Guru PNS 1 Honorer

KEPAHIANG – Polres Kepahiang masih terus mengembangkan penyidikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan  2 PNS dan 1 honorer yang berstatus Ketua dan tutor PKBM Alena Smart School di Desa Tebat Monok. OTT itu dilakukan tim Polres, sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis, (9/8).

‘’Kasusnya sudah naik sidik. Kini, kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti. Jadi penyidikannya tetap berlanjut,’’ jelas Kapolres Kepahiang, AKBP. Pahala Simanjuntak, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Yusiady, SIK kepada potretbengkulu.com.

Dikatakan, dalam penyergapan di PKBM itu tim Reskrim Polres telah menangkap  2 PNS dan 1 honorer. Mereka adalah  Yf selaku  ketua PKBM yang berstatus guru PNS di sebuah SMPN di Kepahiang dan Al sebagai  tutor dan juga guru PNS disebuah SMKN di Kepahiang. Ditambah, SM, tutor yang berstatus honorer di sebuah SMP.

Selain itu, tim Polres juga mengamankan barang buktinya berupa uang tunai Rp 10.800.000. Uang itu dipotong ketiganya dari 18 penerima program indonesia pintar (PIP).

Sebelum dilakukan penangkapan, sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis, (9/8),  Kasat Reskrim mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya Pungli di di Kantor PKBM Alena Smart School di Desa Tebat Monok. Korbannya adalah para peserta didik PKBM  penerima bantuan PIP. Dana PIP yang disalurkan Kemendikbud-RI itu baru saja dicairkan 18 peserta didik di BNI Kepahiang. Dari dana PIP yang dicairkan Rp 1000.000 per orang itu dipotong Rp 600.000 per orang. Jadi dana hasil Pungli dari 18 peserta didik itu mencapai Rp 10.800.000.

Para peserta didik PKBM Alena Smart School  yang dipotong dana PIP-nya itu diantaranya adalah, Sari Patmawati, (22), Ila Aryanti, (22) warga  Desa Suro Baru, Sandi Sopiansyah (23), warga Ujan Mas Bawah, Destriani (21) warga Desa Bumi Sari, Popi Arianda (20)  Warga Desa Ujan Mas Bawah, Vika Lizawati (33), warga Kelurahan Ujan Mas Atas. Ditambah, Slamet Firmasnyah, (27) warga Desa Bumi Sari, Syahid Amri Al Asri  (23) warga Desa Bumi Sari. Serta, Firmansyah, (22) warga Desa  Suro Muncar.

‘’Setelah 18 peserta didik PKBM itu mencairkan dana bantuan PIP di Bank BNI Kepahiang melalui rekening masing-masing, para peserta didik itu dikumpulkan di PKBM. Lalu tiap peserta didik dipungut Rp.600.000. Alasannya, dana pungutan itu untuk biaya kursus menjahit, komputer  dan listrik. Padahal kursus itu tidak pernah diadakan. Seharusnya, dana PIP itu untuk membantu operasional peserta didik di PKBM dan tidak boleh dipotong-potong,’’ tutur Kasat.

Begitu mendapat laporan,  Kasat reskrim  bersama Kanit Tipikor, Kanit Pidum dan anggota langsung bergerak menuju PKBM. Hasilnya, 9 orang diamankan bersama barang buktinya uang hasil Pungli sebesar Rp 10.800.000 untuk menjalani pemeriksaan di Polres.

‘’Perbuatan ketiga pelaku dijerat dengan pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UURI  No.20 Tahun 2001  Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Perdirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 05 / D / BP / 2018,’’ demikian Kapolres. (rjs)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*