Tiga tersangka pencuri keyboard dan mixer gereja GKII Kepahiang saat periksa di Reskrim Polres Kepahiang

Curi Keyboard Gereja GKII 3 Pelaku Ditangkap

KEPAHIANG – Curi keyboard dan mixer Gereja GKII Kepahiang, 3 pelaku ditangkap tim Reskrim Polres Kepahiang, pukul 00.00 WIB,  Selasa (24/7).

Ketiga pelaku adalah,   MA(31) warga Desa Penanjung Panjang, Tebat Karai, Kepahiang. Serta  DA(21) dan EK(18) keduanya warga Desa Taba Air Pauh, Tebat Karai.

‘’Ketiga pelaku ditangkap saat tim Buser menyamar sebagai pembeli barang curiannya berupa keyboard dan mixer. Transaksi dilakukan Buser bersama MA dan DA di sebuah warung di Pasar Kepahiang. Kini ketiga pelaku bersama barang buktinya sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan,’’ jelas Kapolres Kapolres Kepahiang, AKBP. Pahala Simanjuntak,S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP. Yusiady,S.IK

Dikatakan, MA merupakan residivis kasus penjambretan tahun 2010. Sedangkan  DA pernah dipenjara karena kasus penganiayaan tahun 2015.

Keyboard Gereja GKII yang digasak 3 tersangka

‘’Tersangka DA menyimpan Keyboard Yamaha PSR-S910 warna silver dan Mixer Sound Sistem AXL Audion MP206 warna hitam curian itu di bawah tempat tidur di rumah kerabatnya di Desa Taba Air Pauh. Setelah berhasil mengamankan MA dan DA, kita bergerak menangkap EK yang sedang berada di daerah Pasar Kepahiang. Ketika melakukan penangkapan terhadap DA sempat terjadi aksi kejar-kejaran,’’ tutur Kasat.

Dihadapan penyidik Unit Pidum Sat Reskrim Polres Kepahiang terungka  MA sendiri yang mencuri keyboard dan mixer sound sistem di Gereja itu.

‘’Sebelum masuk ke gereja, sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa (17/7)  tersangka MA lebih dulu memanjat pagar pembatas antara Gereja dengan bangunan di sebelahnya. Saat kejadian gereja sedang direnovasi. Sehingga tersangka MA bisa masuk kedalam gereja dengan mudah. Serta langsung mengambil keyboard dan mixer sound sistem yang disimpan di ruang utama gereja,’’ jelas Kasat.

mixer sound sistem yang dijarah 3 pelaku

Selanjutnya MA membawa hasil pencuriannya dengan memasukannya ke dalam karung dan disembunyikan di komplek Makam Pahlawan Letkol. Santoso di Kelurahan Pasar Ujung.

Setelah sukses melancarkan aksinya, MA menghubungi DA dan EK melalui HP dan minta dijemput dengan sepeda motor. Aksi pencurian itu dilaporkan Novel Parasian (26), rohaniawan Gereja GKII ke Polres Kepahiang.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 363 KUHP. Ketiganya terancam pidana penjara maksimal 7 tahun.(rjs)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*