Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AP. Chusnul Qomar bersama Kapolsek BU, Ipda. Aldino Murullah dan Kanit Reskrim, Aiptu.Gaftar dan TA, (21) tsk penikam murid SD, Kamis, 19 April 2018.(foto.rahman jasin)

Murid Kelas II SD Nyaris Tewas Ditujah

REJANG LEBONG – Tragis. Murid kelas II SD di wilayah Bermani Ulur Raya (BUR), Rejang Lebong sebut saja Melati (8)—bukan nama sebenarnya—mandi darah setelah perutnya ditikam tetangganya, TA (21). Sebelum ditikam dengan gunting, korban sempat disekap di kamar tersangka. Tangan dan kaki diikat dengan tali plastik. Serta mulutnya dilakban. Korban yang terluka akhirnya ditemukan keluarganya sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu, (18/4).

Korban yang terluka langsung dilarikan ke IGD RSUD Curup untuk mendapat pertolongan medis. Peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Bermani Ulu. Begitu mendapat laporan, Kapolsek Bermani Ulu, Ipda.Aldino Murullah bersama Kanit Reskrim, Aiptu.Gaftar bergegas menuju TKP. Menjelang pukul 20.00 WIB, tersangka berhasil ditangkap.

‘’Kini, tersangka bersama barang buktinya berupa, sepatu korban, gunting, 2 potong kayu pemukul kain pengikat dan tali plastik sudah kita amankan. Tersangka masih menjalani pemeriksaan. Namun, sampai saat ini kita masih mendalami motif dan latar belakang perbuatan tersangka,’’ jelas Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva melalui Kasat Reskrim, AKP. Chusnul Qomar dan Kapolsek Bermani Ulu, Ipda. Aldino Murullah dalam pres rilis, Kamis, (19/4).

Murid kelas II SD, Melati (8)–bukan nama sebenarnya– yang ditikam tetangganya TA (21) saat dirawat di IGD RSUD Curup.

Dikatakan, sebelum disekap dan ditujah, sekitar pukul 10.30 WIB, korban pulang dari sekolah. Saat melewati rumah tersangka, korban diajak mampir. Lalu, diajak nonton TV. Ketika itu di rumah tersangka hanya ada tersangka sendiri. Sebab, kedua orang tuanya sedang keluar.

Tiba di dalam rumah, korban langsung diajak masuk ke dalam kamar tidur tersangka. Tangan dan kaki korban diikat. Lalu mulutnya ditutup dengan lakban. Dalam kondisi terikat itulah korban dipukuli dengan potongan kayu. Tak hanya itu, tersangka juga menikam perut korban dengan gunting hingga robek.

Karena korban tak kunjung pulang, maka orang tua korban berusaha mencari korban. Menjelang pukul 16.00 WIB, kakak tersangka memberi tahu bahwa korban berada di rumahnya bersama tersangka.

Barang bukti yang disita Polsek Bermani Uu. (foto.rahman jasin)

‘’Kemudian, korban digendong dari dalam kamar dan didudukan di ruang tamu. Saat itulah, orang tua korban melihat perut korban robek. Sedangkan ikatan kaki, tangan dan lakban di mulutnya sudah dilepasi,’’ jelas Kasat.

Namun, tersangka yang sudah berusia 21 tahun masih belum mau menjelaskan motif dan latarbelakang perbuatannya. ‘’Saya khilaf,’’ katanya dengan wajah tanpa ekspresi. Tersangka memang terlihat susah berkomunikasi. (rjs).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*