Wabup Rejang Lebong, lepas peserta lomba pacu rakit di Sungai Musi Desa Tanjung Beringin, Curup Utara, Senin, 16 April 2018. (foto.rahman jasin)

Di Sungai Musi
Wabup Buka Lomba Pacu Rakit Bambu di Desa Tanjung Beringin

REJANG LEBONG – Wabup Rejang Lebong, Iqbal Bastari, SPd, MM, membuka dan melepas 40 peserta lomba pacu rakit bambu, pukul 09.00 WIB, Senin, (16/4).

Sedangkan peserta lomba digelar Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) di Sungai Musi Desa Tanjung Beringin, Curup Utara ini baru akan ”bertanding” adu kebut dilintasan sepanjang 100 meter melawan arus Sungai Musi,  Selasa, (17/4).

Upacara pembukaan dan pelepasan peserta secara simbolis ini ditandai dengan pengibaran bendera start. Upacara pembukaan ini dihadiri seluruh camat dan kepala dinas instansi jajaran Pemkab Rejang Lebong.

Ketua Formi Rejang Lebong, Wahyuda Hendika memberikan cinderamata kepada Wabup, Iqbal Bastari,usai membuka lomba pacu rakit di Sungai Musi Desa Tanjung Beringin, Senin, 16 April 2018. (foto.rahman jasin)

Wabup Rejang Lebong, Iqbal Bastari dan istri serta Kabag Sumda Polres, Kompol Junaidi hadiri pembukaan lomba pacu rakit bambu di Desa Tanjung Beringin, Senin, 16 April 2018. (foto.rahman jasin)

Sebelum mengibarkan bendera start, Wabup menyampaikan beberapa pesan. ‘’Saya hanya akan menyampaikan 4 pesan. Pertama, 2/3 bumi kita terdiri dari air.  Kedua, kita jangan hanya bagian dari sejarah tapi kita harus menciptakan sejarah. Ketiga, setiap pemulaan pasti akan menemui banyak kendala. Keempat, cintai penghuni bumi kita pasti akan dicintai yang di langit,’’ kata Wabup.

Ketua Pormi bersama pejabat jajaran Pemkab Rejang Lebong hadiri pembukaan lomba pacvu rakit bambu di Desa Tanjung Beringin, Curup Utara, Senin, 16 April 2018. (foto.rahman jasin)

Dikatakan, manusia sebagai makhluk hidup tidak bisa lepas dari air. ‘’Sebab, kita bukan Unta yang tahan berminggu-minggu tidak minum air. Untuk itu,masik kita jaga dan lestarikan sumber air. Saya merasa bangga dan berterimakasih kepada masyarakat Desa Tanjung Beringin yang telah menjaga kelestarian air Sungai Musi. Sebab, air Sungai Musi yang mengalir ini terlihat sangat bersih dan jernih serta bebas dari sampah plastik dan kertas. Dan olah raga pacu rakit bambu ini merupakan olah raga rekreasi yang berbasis alam. Sayapun memberikan apresiasi yang tinggi kepada Formi dan Mapasta STAIN Curup yang telah memprakarsai lomba pacu rakit ini,’’ ujar Wabup.

Sebelumnya, Ketua Formi Rejang Lebong, Wahyuda Hendika yang akrap disapa Andi Hijazi menjelaskan, lomba pacu rakit bambu ini dilaksanakan untuk melestarikan budaya daerah.

‘’Saat ini, olah raga tradisional ini sudah lama tidak dilaksanakan. Dulu pernah dilaksanakan di Desa Suka Datang, Curup Utara, tahun 2009 lalu. Dan baru tahun 2018 ini dilaksanakan kembali. Lomba ini digagas Mapasta STAIN dan kita dari Formi menyambut dan mendukung pelaksanaan lomba pacu rakit bambu ini,’’ tutur Andi Hijazi.

Peserta lomba pacu rakit bambu di Sungai Musi Desa Tanjung Beringin, Curup Utara, Senin, 16 April 2018. (foto.rahman jasin)

Atraksi tim Mapasta STAIN  Curup menuruni tali dari atas jembatan Desa Tanjung Beringin, Curup Utara, Senin, 16 April 2018. (foto.rahman jasin)

Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana, Hendriyanto menjelaskan bahwa peserta lomba pacu rakit bambu yang mendaftar hingga Senin, (16/4) baru sebanyak 40 peserta. Tiap regu terdiri dari 3 orang.

‘’Kita berharap hingga pelaksanaan lomba besok, Selasa, (17/4), peserta lomba akan bertambah lagi,’’ demikian Hendriyanto.

Usai pembukaan dilanjutkan dengan atraksi rock climbing yang ditampilkan 4 aktivis Mapasta STAIN Curup. Terdiri dari, Maryani, Lina, Nando dan Sofian. Para aktivis ini bergerak cepat menuruni tali yang dikaitkan di badan jembatan setinggi 15 meter. (rjs/adv)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*