Petani binaan Kaba Mountain Coffee Curup tengah menyortir kopi biji kwalitas ekspor.

Kaba Mountain Coffee Tembus Pasar Dunia

REJANG LEBONG- Kopi bubuk Curup dengan lebel Kaba Mountain Coffee mampu menembus pasar internasional. Khususnya Negara  Korea, Denmark dan Amerika.

‘’Kita tidak hanya memasarkan Kaba Mountain Coffee ke Korea, Denmark da Amerika. Tapi, kita tetap memasarkannya di Jakarta,’’ ungkap Manager Kaba Mountain Coffee, Rebiyanto, saat ditemui potretbengkulu.com, Jum’at (30/3).

Dijelaskannya, ada 3 jenis kopi bubuk yang diproduk.  Yakni, kopi robusta, arabika dan luwak arabika. Dariketiga jenis itu masing – masing memiliki jenis biji atau roaster dan jenis ground atau bubuk. Baik, bubuk maupun biji harganya dibandrol sama.

Misalnya kopi robusta dipasarkan dengan Rp 25.000 per 100 gram, arabika Rp 40.000 per 100 gram. Sedangkan, luwak lebih mahal senilai Rp 200.000 per 100 gram atau Rp 2 juta per kg.‘’Harga ini masih di dalam negeri. Untuk ekspor harganya lebih mahal lagi. Sedangkan untuk pasar Curup tentunya harganya kita sesuaikan lagi,’’ paparnya.

Pengusaha Denmark mengunjungi petani binaan Kaba Mountain Coffee di Selupu Rejang.

Bahan baku kopi lanjut Rebyanto, didapat dari petani binaan di 4 desa di wilayah Selupu Rejang. Diantaranya, Desa Mojorejo, Sumber Urip, Sumber Bening dan Sambirejo.

‘’Luas lahan petani binaan yang sudah produktif itu mencapai 50 hektare. Buahnya kita petik masak dengan warna merah.Bahkan, terkadang saya sendiri yang memetiknya. Pemetikan dilakukan 2 minggu sekali. Jadi, tiap bulan kita menampung kopi petani binan itu sekitar 50 ton.

Kemudian untuk dipasarkan setiap bulan nya ke pasar Internasional, hanya 500 kg. Sebenarnya, permintaannya lebih dari itu, dikarenakan produksinya masih sedikit. Jadi dari beberapa negara yang berlangganan kopi tersebut, dibagi – dibagi.

“Untuk kemasannya kami sediakan per kaleng dengan isi 100 gram. 1 kaleng itu bisa mencapai 15 gelas, kalau di luar negeri saya dengar dijual seharga Rp 500 ribu per gelas, ya itu untung mereka, yang penting pemasaran kami lancar dan petani-petani di bawah binaan kami bisa sejahtera dengan Kaba Mountain Coffee ini, karena setiap petani kalau dihitung – hitung setiap panennya mendapat Rp 15 juta sekali panen, dalam 1 bulan, mereka bisa 2 kali panen,” demikian Rebiyanto.(P-06)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*