Tim Tipikor Polres Rejang Lebong tengah memeriksa pembangunan jalan dan jembatan Desa Air Mundu, Bermani Ulu yang dibangun dengan dana DD-ADD 2017 senilai Rp 900 juta.

Polres Usut Dugaan Korupsi DD/ADD 2017 Desa Air Mundu

REJANG LEBONG – Tim Tipikor Polres Rejang Lebong mulai mengusut dugaan korupsi dibalik pengelolaan dana DD dan ADD 2017 Desa Air Mundu Kecamatan Bermani Ulu.

‘’Hingga hari ini, kita sudah memeriksa 9 pihak terkait. Mulai dari Hermantoni selaku Kades, panitia  pelaksana pekerjaan terdiri dari Darmanto dan 3 suplayer material. Yakni, Acoi, Is, Sutina. Serta anggota BPD. Namun, pemeriksaan ini masih dalam tahap penyelidikan,’’ jelas Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Chusnul Qomar, SH, SIK, MM dan Kanit Tipikor, Aipda Sujoko Hadi kepada potretbengkulu.com, Senin, (26/3).

Dikatakan, total dana DD/ADD yang digunakan untuk kegiatan fisik mencapai Rp 900 juta. Terdiri dari dana DD Rp 700 juta dan ADD Rp 200 juta.

Jalan rabat beton Desa Air Mundu yang dibangun dengan dana DD-ADD 2017 yang sedang diusut Tim Tipikor Polres Rejang Lebong.

‘’Dana Rp 900 juta itu digunakan untuk pembangunan jalan rabat beton, 3 jembatan, 3 plat decker dan pembangunan jalan lapen sepanjang 500 meter,’’ jelas Kasat.

Indikasi korupsi terlihat dari adanya dugaan mark up harga dan kwalitas pekerjaan. Misalnya, untuk membangun jalan lapen sepanjang 500 meter hanya menggunakan 1 drum aspal.

‘’Untuk memastikan adanya dugaan penyimpangan itu, kita akan menurunkan saksi ahli untuk melakukan pengecekan pekerjaan di lapangan. Karena masih dalam tahap penyidikan maka kita belum dapat memastikan nilai kerugian negaranya,’’ demikian Kasat. (rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*