Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva, SIK bersama AKBP. Napitupulu Yogi Yusuf usai pisah sambut, Senin, 26 Maret 2018. (foto.rahman jasin)

Pisah Sambut Kapolres Rejang Lebong Khidmat

REJANG LEBONG – Pisah sambut Kapolres Rejang Lebong dari AKBP. Napitupulu Yogi Yusuf kepada AKBP.Ordiva berlangsung khidmat, Senin, (26/3).

Upacara dihadiri seluruh perwira dan bintara jajaran Polres Rejang Lebong pukul 10.00 WIB. ‘’Selama bertugas 1 tahun 6 bulan sudah berusaha menciptakan kondisi stabilitas aman. Khususnya dalam mengantisipasi konflik sosial,’’ ujar Napitupulu Yogi Yusuf.

Secara umum, lanjut Yogi, stabilitas kamtibmas di Rejang Lebong sudah mantap. Termasuk, kondisi jalur lintas Curup – Lubuklinggau.

Pisah sambut Kapolres Rejang Lebong dari AKPB.Napitupulu Yogi Yusuf kepada AKBP.Ordiva, SIK, Senin, 26 Maret 2018. (foto.rahman jasin)

‘’Memang ada beberapa PR yang belum selesai. Diantaranya, kasus pembunuhan pasangan suami istri di Desa Cawang Lama, Selupu Rejang yang terjadi beberapa bulan lalu. Memang kita masih terus melakukan upaya perburuan pelakunya,’’ papar Yogi.

Sedangkan PR lainnya adalah, penyelidikan lanjutan atas dugan Pungli yang mendudukan Kepala BPKD Rejang Lebong, Safuan dan bendaharanya, Ropen yang tertangkap tangan tim Saber Pungli, 11 November 2017.

‘’Kita juga masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkat adanya tersangka baru,’’ papar Yogi sambil berharap juniornya, AKBP. Ordiva dapat melanjutkan upaya yang sudah dilakukan Yogi. Termasuk mengantisipasi konflik tapal batas Kepahiang – Rejang Lebong.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva, SIK bersama perwira Polres Rejang Lebong, Senin, 26 Maret 2018.(foto.rahman jasin)

Sedangkan Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva mengaku siap melanjutkan kinerja Yogi. ‘’Untuk sementara kita akan melakukan koordinasi intern dulu. Sehingga, kita dapat mengetahui kondisinya. Setelah baru kita melakukan langkah-langkah penyelesaian PR-PR yang ada,’’ ujar Ordiva.

Dikatakan, dalam mengantisipasi munculnya konflik perbatasan Kepahiang – Rejang Lebong, Ordiva meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi yang dapat memicu terjadinya konflik.

‘’Dalam waktu dekat, kita akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Rejang Lebong, DPRD Rejang Lebong, Pemprov Bengkulu dan Kemendagri terkait penetapan tapal batas,’’  demikian Ordiva. (rjs)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*