Pengolahan kayu sengon di Desa Tebat Monok, Kepahiang. (foto.rahman jasin)

Produksi Balken Sengon Kepahiang Naik

KEPAHIANG – Pengolahan kayu sengon Kepahiang menjadi balken di Desa Tebat Monok Kepahiang terus berproduksi. Dalam tempo 2-3 minggu balken dikirim ke Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah.

‘’Dalam 1 bulan kita bisa memproduksi balken sengon 400 – 450 M3. Sengon yang kita olah ini bukan hanya berasal dari Kepahiang. Tapi tidak sedikit berasal dari luar daerah. Seperti Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara dan Lebong. Termasuk dari Lintang Empat Lawang,’’  jelas Iwan Sumantri Badar, SE selaku pengelola sawmill atau pabrik sengon di Desa Tebat Monok.

Dikatakan, harga jual sengon di tingkat petani masih stabil. Yakni, bervariasi 350.000 – Rp 450.000 per M3. Harga jual sengon ini ditentukan diameter batang. Semakin besar diameternya maka harganya semakin mahal.

Sengon di pabrik pengolahannya di Desa Tebat Monok, Kepahiang. (foto.rahman jasin).

‘’Kita tetap membagikan benih sengon kepada petani. Karena hasil panen sengon cukup menjanjikan. Selain itu perawatan sengon cukup mudah dan murah,’’ papar Iwan Sumantri yang akrab disapa Iwan Badar kepada potretbengkulu.com.

Diakui Iwan Badar, ada petani sengon Bengkulu Tengah, Hamidi yang bisa menunaikan ibadah umroh ke tanah suci dari panen sengon.

‘’Pak Hamidi memiliki 4 hektare kebun sengon. Dalam usia 6 tahun sengon dipanen dan Pak Hamidi bisa umroh bersama istri. Kini, Pak Hamidi kembali menanam sengon di kebunnya,’’ ujar Iwan Badar. (rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*