Komisi I DPRD Kepahiang gelar hearing pemekaran Desa Kroya, Kepahiang, Selasa, 16 Januari 2018. (foto.rahman jasin)

Dewan dan Pemkab Dukung Pemekaran Desa Kroya

KEPAHIANG – Komisi I DPRD Kepahiang menggelar hearing terkait pemekaran Dusun IV Desa Taba Tebelet menjadi Desa Kroya, Kepahiang, Selasa, (16/1).

Hearing dipimpin Ketua Komisi I, Nurrahman Putra. Serta dihadiri anggota dewan lainnya. Yakni, Edwar Samsi, Rica Denis, Juarsa. Juga Ass.I Setdakab Kepahiang, HM.Taher, SH dan Kabag Pemerintahan Setdakab, Iwan Zamzam Kurniawan, SH.  Serta  tim presidium pemerkaran desa yang diketuai Zainudin dan sekretaris, Heru Permana Putra. Termasuk Sekretaris Desa Taba Tebelet, Putra Jaya dan Ketua BPD, Guntur Ali.

Dari pembahasan yang dilakukan pukul 09.00 WIB – 11.30 WIB, secara umum Komisi I setuju untuk mendukung pemekaran Desa Kroya.

Warga peserta hearing pemekaran Desa Kroya di Komisi I DPRD Kepahiang, Selasa, 16 Januari 2018).(foto.rahman jasin)

‘’Moratorium pemekaran desa sudah dicabut. Jadi, kita mendukung pemekaran Desa Kroya dengan catatan, usul pemekaran ini harus memenuhi persyaratan yang digariskan  PP No 43 Tahun 2014 dan UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa. Misalnya jumlah penduduk pemekaran minimal 4000 jiwa yang tergabung dalam 800 KK,’’ kata Edwar Samsi.

Sedangkan Ass.I Setdakab Kepahiang, HM.Taher, menjelaskan beberapa persyaratan pemekaran desa sebagaimana diatur UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa.

‘’Pak Bupati sudah membuat SK tim verifikasi pemekaran desa. Tapi, sampai saat ini tim belum bekerja karena belum ada usulan pemekaran desa. Selain itu, kita juga berpeluang melakukan pemekaran kecamatan. Misalnya 2 kecamatan menjadi 3 kecamatan. Sebab, kecamatan yang ada saat ini masih sangat sedikit untuk sebuah kabupaten,’’ ujar Taher.

Menurut Taher, sebelum sebuah desa dimekarkan dengan status definitif, usulan pemekaran desa yang disampaikan ke Bupati akan dikaji dan diverifikasi secara faktual. Apakah memenuhi syarat atau belum.

‘’Jika memenuhi syarat, maka, desa itu akan ditetapkan menjadi desa persiapan dengan alokasi dana 30 persen dari dana APBDes desa induk. Setelah 1 – 3 tahun berjalan baru desa persiapan itu dapat diusulkan untuk menjadi desa definitif yang dikukuhkan dengan Perda,’’ kata Taher.

Sedangkan Rica Denis juga menyampaikan dukungannya. ‘’Kini kami belum tahu apakah Desa Kroya ini layak dimekarkan atau belum. Sebab, kita belum menerima usulannya. Jadi, kami belum tahu apa-apa saja persyaratan yang kurang dan apa yang sudah lengkap. Intinya kita mendukung pemekaran Dusun IV Desa Taba Tebelet menjadi Desa Kroya,’’ ujarnya. (rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*