Santoso, pelestari aksara Ka Ga Nga Rejang Lebong

Santoso Bikin Aplikasi Komputer Aksara Ka Ga Nga Rejang

REJANG LEBONG –  Untuk mengembangkan dan melestarikan niai-nilai budaya lokal, Santoso, SH, M.Si, bukan hanya menulis buku soal aksara Rejang, Ka Ga Nga. Namun, Santoso juga telah membuat aplikasi komputer aksara Ka Ga Nga.

‘’Aplikasi Ka Ga Nga ini saya buat tahun 2016 lalu. Jadi, aksara Ka Ga Nya yang merupakan aksara asli Rejang ini dapat digunakan sesuai dengan teknologi kekinian oleh berbagai kalangan,’’  kata Santoso kepada potretbengkulu.com, Selasa (26/12).

Dikatakan, aksara Ka Ga Nga memang banyak digunakan suku-suku lain di tanah air. Seperti Lampung, Kerinci, Lembak, Musirawas, Prabumulih, Batak. Termasuk suku-suku di wilayah Sumatera Selatan.

‘’Tapi, aksara Ka Ga Nga ini berasal dari Rejang.  Sebab, kita punya bukti penguat bahwa aksara Ka Ga Nga ini berasal dari Rejang,’’ ujarnya.

Dijelaskannya, aksara Ka Ga Nga Rejang memilik struktur penulisan huruf yang sistematis dan teratur. Sedangkan Ka Ga Nga suku lainnya memiliki struktur yang kurang lengkap.

‘’Apalagi, jika kita mempelajari dan menguasai aksara Ka Ga Nga Rejang, maka aksara lainnya mudah atau langsung bisa kita mengerti. Namun, sebaliknya, jika kita sudah mempelajarai aksara Ka Ga Nga lain, maka belum tentu, bisa mengerti aksara Ka Ga Nga Rejang,’’ papar Santoso.

Untuk mengenalkan aksara Ka Ga Nga Rejang, tahun 2005 Santoso sudah menerbitkan buku tentang panduan penulisan aksara Ka Ga Nga, yang disetujui BMA Rejang Lebong. Dan lagi, ia juga kerap diundang untuk mengisi materi eminar seminar yang berkaitan dengan Aksara Ka Ga Nga.

Santoso berharap dapat mengembangkan kembali untuk melestarikan aksara Ka Ga Nga ini ke masyarakat lebih luas, dengan menambahkan beberapa huruf latin yang tidak ditemukan dalam aksara Ka Ga Nga, seperti F, V, X dan Z. Ia dapat memodifikasi huruf tersebut dengan teori Ka Ga Nga asli.

“Hanya saja untuk menciptakan hal itu tidak bisa sembarangan, namun perlu adanya musyawarah dengan beberapa tokoh adat. Bila perlu dibahas dalam forum seminar,” tuturnya. (P-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*