Masjid Agung Abdullah Lebong juga rusak diguncang gempa, pukul 03.46 WIB, Rabu, 6 Desember 2017. (foto.ist)

Gempa 5,0 SR di Lebong
Pusat Gempa di Darat Juga Rusak Masjid Agung Sultan Abdullah

LEBONG – Pusat gempa tektonik berkekuatan 5,0 SR yang mengguncang wilayah Lebong  pukul 03.46 WIB, Rabu, (6/12), berada di darat. Gempa juga merusak Masjid Agung Sultan Abdullah di Taba Atas.

‘’Dari hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan 5,0 SR di wilayah Lebong itu berada di darat. Yakni, di koordinat episenter pada 3,18 lintang selatan dan 102,11 bujur timur. Tepatnya sekitar 12 KM arah barat daya Kota Muara Aman, Lebong. Pusat gempa berada di kedalaman 10 KM,’’ jelas Kepala Stasiun BMKG Kepahiang,Litman kepada potretbengkulu.com.

Dikatakan, dampak gempa bumi berupa guncangan yang dapat dirasakan di daerah Lebong II SIG-BMKG (III-IV MMI). Serta dirasakan juga di Kota Lubuk Linggau dan Bengkulu Utara II SIG-BMKG (III MMI). Termasuk Kota Bengkulu II SIG-BMKG (II-III MMI).

‘’Pusat gempa di Lebong itu kedalamannya tergolong dangkal. Gempa ini jenis tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake. Gempa ini terjadi  akibat aktivitas Zona Sesar Sumatera pada segmen Kataun. Dari hasil analisis mekanisme focal, gempa bumi ini mempunyai mekanisme sesar mendatar atau strike-slip fault dengan arah menganan. Gempa ini tidak berpotensi tsunami,’’ lanjut Litman.

Keramik di dinding Masjid Agung Sultan Abdullah rontok diguncang gempa, 5,0 SR, pukul 03.46 WIB, Rabu, 6 Desember 2017. (foto.ist)

Masih menurut Litman, dari hasil monitoring Stasiun BMKG Kepahiang hingga pukul 04.19 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

‘’Namun, masyarakat di wilayah Lebong kita imbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,’’ papar Litman.

Berdasarkan data terhimpun potretbengkulu.com, gempa di Lebong bukan hanya merusak rumah-rumah warga di Desa Taba Baru, Lebong Utara. Namun, gempa juga merusak Masjid Agung Sultan Abdullah dan beberapa masjid lainnya.

‘’Keramik di bagian dalam Masjid Agung Sultan Abdullah rontok ke lantai. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa masjid lainnya,’’ jelas H.Ismail.

Seperti diberikan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5,0 SR—bukan 5,1 SR– mengguncang wilayah Lebong pukul 03.46 WIB, Rabu, (6/12) tidak menelan korban jiwa.

Namun guncangan gempa itu telah merusak rumah-rumah warga Desa Taba Baru Kecamatan Lebong Atas, Lebong. Diantaranya rumah Isman, rumah Ali Mardinus, rumah Ra dan rumah Riskan. Bahkan, melukai gadis kecil Serin Safitri warga Desa Taba Baru yang saat itu sedang tidur di kamar, tertimpa reruntuhan dinding.

Dinding rumah warga Ali Mardinus, di Desa Taba Baru, Lebong Atas,ambrol diguncang gempa 5,1 SR, pukul 03.46 WIB, Rabu, 6 Desember 2017. (foto,ist)

Kondisi terparah terjadi di rumah Ali Mardinus. Dinding di ruang tamu dan kamar tidur ambrol.  Untung saja, dinding rumah terbuat dari bidai bambu yang dilapisi semen. Sehingga semen pelapisnya saja yang ambrol.

‘’Begitu rumah bergetar dan berguncang, kami langsung terbangun dan melompat dari tempat tidur,’’ ujar Lisa, salah seorang warga Muara Aman, Lebong.

Hal senada disampaikan Ashlan. Menurut Ashlan, guncangan gempa bumi itu bukan hanya mengagetkan. Tapi juga merusak dinding rumah-rumah warga semi permanen milik warga.

‘’Jumlah rumah yang rusak dan korban luka masih belum diketahui. Sebab, saat ini masih dilakukan pendataan. Yang jelas rumah yang rusak seperti dindingnya jebol dan amrol itu diperkirakan mencapai puluhan rumah,’’ jelas Ashlan, warga Lebong yang hingga pagi ini masih melakukan pemantauan di lokasi gempa Desa Taba Baru. (rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*