Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Napitupulu Yogi Yusuf saat memberikan penjelasan pers seputar penyidikan 2 tsk OTT, Minggu, 12 November 2017. (foto.rahman jasin/potretbengkulu)

Terkait Dugaan Pungli Terjaring OTT
3 Bendahara Rutin OPD Mulai Diperiksa Polres RL

REJANG LEBONG – Tim Polres Rejang Lebong terus mengembangkan penyidikan dugaan Pungli yang mendudukan Kepala BPKD Rejang Lebong, SA dan bendahara rutin Setdakan RO selaku tersangka. Beberapa bendahara rutin sudah mulai dimintai keterangan, Senin, (13/11).

‘’Selain sudah memeriksa SA dan RO, kita mulai memeriksa 3 bendahara rutin 3 OPD. Yakni, bendahara Sekretariat Dewan, bendahara BPKD, bendahara Bappeda. Saat ini ketiga bendahara itu masih diperiksa sebagai saksi,’’ jelas Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Napitupulu Yogi Yusuf didampingi Kasat Reskrim, AKP. Chusnul Qomar kepada potretbengkulu.com.

Dikatakan, pemeriksaan akan terus dikembangkan. Selain bendahara 5 OPD yang para ASN-nya menerima tunjangan beban kinerja, para saksi juga akan dimintai keterangan.

‘’Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru yang akan kita tarik. Karena masih dalam tahap pemeriksaan, maka, kita belum bisa memberikan data hasil pemeriksaan secara lengkap,’’ sambung Kasat Reskrim.

Sebelumnya, Minggu, (12/11), SA dan RO ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan Polres. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf e UU Tipikor dengan ancaman minimum 4 tahun dan maksimum 20 tahun penjara. Barang bukti yang disita berupa uang tunai Rp 12 juta, dokumen, rekaman CCTV dan kendaraan roda empat.

Dikatakan, modus operansi dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan SA da RO ini adalah memotong langsung tunjangan beban kinerja ASN di 6 OPD. Yakni, ASN di BPKD, Setdakab, Setwan DPRD, Bappeda, Inspektorat Daerah dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTS). Besaran nilai potongan itu bervariasi antara Rp 250.000 – Rp 800.000 per ASN.

‘’Staf dipotong Rp 250.000, Kasubag Rp 300.000, Kabag Rp 700.000, Asisten dan Staf Ahli Bupati Rp Rp 800.000. Yang terjaring OTT kemarin itu hanya potongan untuk ASN dilingkungan Setdakab. Rata-rata potongan dana yang dihimpun RO dari ASN di lingkungan Setdakab sekitar Rp 27 juta per bulan dan disetor RO kepada SA. Pemotongan dilakukan mulai Januari hingga November 2017,’’ jelas Kapolres.

Aksi OTT yang dilakukan tim Saber Pungli itu merupakan pintu masuk dalam proses penyidikan praktik Pungli yang diduga dilakukan SA. Soalnya, praktik Pungli itu diduga dilakukan SA di 5 OPD lainnya. (rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*