Sahabal dan kawan-kawan yang gencar berburu tupai di Kepahiang. (foto.Ist)

Bantu Petani Buru dan Basmi Tupai

KEPAHIANG – Bermodalkan senapa angin, Sahabal Amsih dan kawan-kawan berupaya membantu petani membasmi tupai. Karena, tupai merupakan salah satu hanya penggerat tanaman kakao atau cokelat di Kepahiang.

‘’Tiap hari minggu, saya bersama kawan-kawan menyempatkan diri untuk berburu tupai di kebun-kebun petani di Kepahiang. Misalnya di Desa Tertik dan Tebat Karai,’’ kata Sahabal Amsih, Kamis, (9/11).

Hama tupai hasil buruan Sahabal dan kawan-kawan di Desa Tertik, Kepahiang. (foto.Ist)

Regu basmi tupai ini lanjut Sahabal hanya beranggotakan 5 – 6 orang. Tiap anggota membawa 1 senapa angin. ‘’Di Desa Tertik kita berhasil membunuh sekitar 50 ekor tupai. Daging tupai kita bawa pulang. Karena daging dan hati tupai dapat dimanfaatkan sebagai obat deabetes dan asma,’’ tutur Sahabat yang tinggal di Kelurahan Durian Depun, Merigi, Kepahiang.

Sebagai komunitas buru tupai dengan senapan angin, kelompok Sahabal memiliki teknisi senapa angin. Sehingga ketika ada senapa angin anggota yang rusak dapat segera diperbaiki.

‘’Anggota komunitas buru tupai ini, sama-sama memiliki kesukaan berburu tupai. Jadi, selain menyalurkan hobby buru tupai, kami dapat membantu petani membasmi hama tupai. Sekaligus dapat memanfaatkan daging dan hati tupai sebagai obat penderita deabetes dan asma,’’ demikian Sahabal Amsih.(rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*