Dinas Pariwisata Bengkulu Utara Ajak Seluruh Kades Inventarisasi Objek Wisata

Salah satu objek wisata di Bengkulu Utara, Air Terjun Kepala Siring. (Foto : net/blogspot)

BENGKULU UTARA –Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Utara, Mustarani Abidin mengungkapkan, pihaknya akan bekerjasama kepada seluruh kepala desa (kades) untuk menginventarisasi objek wisata yang ada di desanya masing-masing. Dengan begitu, pihaknya bisa memetakan jumlah wisata yang ada di Bengkulu Utara

“Langkah awal untuk memaksimalkan pengelolaan objek wisata di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), ya harus dimulai dari desa-desa. Tujuannya untuk mengetahui berapa jumlah objek wisata yang sudah terakomodir dan wisata yang sama sekali belum tereksplor”, kata Mustarani. 

Pasalnya, sambung Mustarani, sejauh ini objek wisata yang tereksplor Bengkulu Utara hanya beberapa tempat. Seperti yang sudah dikenal masyarakat luas hanya objek wisata Kepala Siring, yang terletak di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya.

Di Kepala Siring, wisata alam yang disajikan kepada pengunjung bukan sekedar keasriannya ekosistem dan air terjunnya. Namun di Kepala Siring juga kerap ditumbuhi flora langka, Bunga Rafflesia yang menjadi magnet bagi pengunjung di lokasi wisata tersebut.

Tempat-tempat lainnya seperti Pantai Lais, wisata Bahari Seblat Kecamatan Putri Hijau juga sudah tereksplor, hanya saja dalam pola pengelolaan bisa dikatakan belum maksimal.

Mustarni juga mengatakan, pihaknya juga akan mengakomodir wisata yang belum memiliki izin dari pemerintah daerah. Tujuannya supaya pengunjung bisa menikmati lokasi wisata itu dengan nyaman dan terjamin. Mengingat masih ada di beberapa lokasi objek wisata namun belum mengurus izin.

“Di Bengkulu Utara ada objek wisata Lorong Watu. Kabarnya, sudah banyak pengunjung yang ke sana. Tapi sayang, lokasi itu belum terakomodir. Harapan kami guna mengurangi risiko bagi pengunjung, ada baiknya pihak desa menindaklanjuti perizinannya terlebih dahulu”, demikian Mustarani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*