POTRET SENI & BUDAYA

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 17)

BEGITU Keluar pintu umeak mego, Karang Nio dan Serindang bergegas berlari meninggalkan umeak mego. Setelah berlari cukup jauh, Serindang menghentikan langkah. ‘’Kita istirahat dulu kak. Kakiku sakit,’’ ucap Serindang dengan nafas tersengal-sengal. Cahaya keemasan menyeruak di ufuk timur. Buana membuka ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 16)

PUTRI Serindang Bulan mendadak terjaga dari tidur ketika suara langkah mendekati biliknya. Pelan pelan Serindang beranjak dari tempat tidur dan bergerak menuju pintu bilik. Ditempelkannya telinga kanan ke daun pintu. Sehingga suara langkah kaki terdengar lebih jelas. ‘’Siapa..?’’ Serindang mengernyitkan ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 14)

KARANG Nio tercenung sejenak. Sambil menarik nafas dalam-dalam putra Rajo Mawang ini beringsut menepi. Pikirannya kacau. Kendati begitu Karang Nio tetap berusaha menyembunyikan kegalauannya. ‘’Ingat. Jangan sampai ayahanda tahu. Engkau harus berhati-hati agar tidak ada yang melihat saat engkau membunuh ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 12)

MENDENGAR Pendapat Karang Nio, putra sulung Rajo Mawang, Ki Geto  kontan pitam. Kedua bola matanya yang  besar dan bundar tampak melotot. Giginya menggemeretak menahan marah. ‘’Tidak. Ketika harga diri tercoreng, nyawa taruhannya..!!’’ teriak Geto sambil memandangi wajah Karang Nio dengan ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 10)

DUA Bola mata Pangeran Tanah Rikung sontak terbelalak. Kaget, ketika melihat wajah Serindang yang dipenuhi bintik-bintik kemerahan. ‘’Pangeran..’’ tuo rombongan Tanah Rikung langsung mencolek tangan pangeran. ‘’Putri ini sakit. Kasihan..!!’’ bisiknya. ‘’Apakah pangeran masih ingin menyuntingnya?” lanjut tuo rombongan sambil ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 9)

PANGERAN Tanah Rikung terus menatap Serindang dalam-dalam. Pangeran berusaha mengamati wajah Serindang yang tertutup selendang tipis berwarna merah. Namun, Pangeran tak juga melihat wajah Serindang dengan jelas. ‘’Paman, bolehkah aku melihat wajah putri?’’ tanya Pangeran. Sambil menarik nafas berat, tuo ...

Read More »

penulis: rahman jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 8)

LANGKAH Serindang gontai menuju balairung. Pikirannya melambung membayangkan kekagetan Pangeran Tanah Rikung saat melihat wajah Serindang yang dipenuhi bintik merah. Kendati begitu, Serindang tetap berusaha menguatkan diri dan terus melangkah memasuki balairung. Inang setia mendampinginya di sisi kiri. Begitu tiba ...

Read More »