Rahman Jasin

Rahman Jasin
Siap Garap Film Pendek ‘’Saripah’’

BENGKULU– Setelah menggarap film pendek ‘’Botoi Botoi’’ berdurasi 15 menit, penulis dan sutradara Rahman Jasin kembali bersiap menggarap film pendek berjudul ‘’Saripah’’. Kedua film pendek ini akan diikutkan dalam Indonesia Short Film Festival 2019 yang digelar SCTV.

‘’Film Botoi Botoi masih dalam proses pasca produksi bersama Bencoolen Cinema. Kini, saya dan kawan-kawan dari Marlborough Picture sedang mempersiapkan film pendek ‘’Saripah’’ yang berdurasi 7 menit. Dalam waktu tidak lama lagi kita akan melaksanakan latihan dialog dan pemantapan karakter peran,’’ ujar Rahman Jasin yang akrab disapa Maman Kumbu kepada potretbengkulu.com, Sabtu, (9/2).

Dikatakan, film pendek ‘’Saripah’’ yang berdurasi lebih pendek itu berkisah tentang sosok perempuan setengah baya yang mengidap gangguan jiwa. Saripah terpisah dari keluarga dan hidup menggelandang di Kota Bengkulu.

‘’Karena kita berkejaran dengan durasi, maka, kita tidak menggambarkan secara detail mengapa Saripah menjadi gila, dan bagaimana Saripah terpisah dari keluarganya. Tapi, kita hanya menggambarkan konflik klimaks Saripah yang mengharu biru saat berada di lingkungan pasar,’’ kata Rahman Jasin.

Diakui Rahman Jasin, film pendek ‘’Saripah’’ dibuat dengan kesederhanaan. Seperti ide sederhana yang berkisah tentang keluarag sederhana, peralatan sederhana dan orang-orang yang terlibatpun adalah orang orang yang sederhana.

‘’Namun, kendati dibangun dari ide sederhana, didukung orang-orang sederhana dengan peralatan sederhana, tapi film ‘Saripah’ tetap mengedepankan beberapa kekuatan. Yakni, kekuatan alur cerita dan karakter tokoh Saripah yang diperankan Rosdianti. Serta kekuatan chemistry antar pemeran.  Soalnya, film ini dimainkan Rosdianti bersama suami dan anaknya. Ditambah beberapa pemeran pembantu. Produksi kali ini didukung Agung Studio Bengkulu,’’ papar Rahman Jasin.

Sehingga lanjut Rahman Jasin, film pendek ‘’Saripah’’   diharapkan mampu meraih prestasi yang tidak sederhana diajang Indonesia Short Film Festival (ISFF) 2019 yang diselenggarakan SCTV. Begitu juga film pendek Botoi Botoi yang juga memiliki banyak kekuatan. Film ”Botoi Botoi”  berdurasi 15 menit dan ”Saripah” berdurasi 7 menit.

”Ini merupakan wujud kreativitas tanpa batas dalam berkarya. Kreativitas itukan tidak ditentukan batasan usia. Jadi, walaupun  usia saya sudah 57 tahun namun, saya tidak akan berhenti berkreativitas dan tidak akan berhenti belajar dan mempelajari lingkungan hidup dan kehidupan,” demikian Rahman Jasin.(rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*