Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 16)

PUTRI Serindang Bulan mendadak terjaga dari tidur ketika suara langkah mendekati biliknya. Pelan pelan Serindang beranjak dari tempat tidur dan bergerak menuju pintu bilik. Ditempelkannya telinga kanan ke daun pintu. Sehingga suara langkah kaki terdengar lebih jelas.

‘’Siapa..?’’ Serindang mengernyitkan dahi. Serindang bertambah kaget ketika pintu bilik diketuk pelan-pelan. Kendati berada dibalik pintu, Serindang tak langsung menyahut.

Setelah beberapa kali pintu diketuk, Serindang baru bertanya: ‘’Siapa..??’’ katanya dengan suara tertahan. ‘’Karang Nio…’’ jawab si pengetuk pintu. ‘’Ada apa kak?’’ Serindang balik bertanya. ‘’Cepat buka pintu,’’ kata Karang Nio. Karena suara Karang Nio sudah sangat dikenalnya, maka, Serindangpun segera membuka pintu. ‘’Ada apa kak?  Kenapa terburu buru?’’ Serindang mencoba memastikan. Karang Nio masuk dan langsung menutup pintu bilik. ‘’Kita harus pergi sekarang juga,’’ suara Karang Nio tertahan. ‘’Kemana?’’ timpal Serindang. ‘’Cepat bawa beberapa pakaian. Nanti kakak jelaskan,’’ Karang Nio setengah memaksa.

Melihat raut wajah Karang Nio yang setengah panik, Serindang langsung mengambil beberapa pakaian dan dimasukannya ke dalam kain. ‘’Kalau bisa bawalah sebanyak mungkin,’’ pinta Karang Nio. Lalu, Serindangpun memasukan beberapa pakaian lainnya. Serta bergegas membawanya keluar bilik.

Sambil melangkah bersejingkat, Karang Nio dan Serindang bergerak menuju pintu belakang umeak mego. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*