Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 15)

KARANG NIO merebahkan badan di tempat tidur dalam bilik Umeak Mego. Putra Rajo Mawang ini tampak kian gelisah karena belum menemukan siasat untuk menyelamatkan adik kesayangannya, Serindang Bulan. Kedua bola matanya yang bundar tak kunjung terkatup. Pikirannya menerawang memandangi langit langit kamar.

Sayup sayup terdengar suara kokok ayak jantan. ‘’Sebentar lagi fajar menyingsing. Begitu matahari terbit, aku harus membawa Serindang. Tapi bagaimana cara untuk menyelamatkannya,’’ Karang Nio terus membatin.

Untuk menghilangkan kegundahan, Karang Nio berusaha bangkit lalu duduk di pinggir tempat tidur. Tiba-tiba mulutnya terbuka lebar. Sepertinya Karang Nio menemukan cara yang tepat untuk menyelamatkan Serindang. Lalu, Karang Nio bergegas keluar bilik. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*