nyamuk saat menggigit dan mengisap darah

Di Bengkulu 180 Kasus DBD Terjadi 2019

BENGKULU  – Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat, sepanjang tahun 2019 sebanyak 180 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tersebar di Provinsi Bengkulu. Dari jumlah itu, 2 pasien meninggal dunia. Ini disampaikan Kadinkes Provinsi, Herwan Antoni, M.Kes, Rabu (6/2).

Menurutnya, kasus DBD di daerah ini masuk kategori tinggi. Namun belum masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB), karena kasusnya belum 2 kali lipat dari tahun lalu. Dari jumlah kasus itu, terbanyak di Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma. Kesadaran masyarakat dalam mmelihara kesehatan dan kebersihan sangat diperlukan guna mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD.

“Salah satunya adalah membersihkan tempat-tempat penampungan air, hingga menghilangkan kebiasaan menggantung pakaian. Karena menggantung pakaian dapat menjadi sarang nyamuk. Kita imbau masyarakat menghilangkan kebiasaan itu, guna menekan serangan DBD ditengah-tengah masyarakat,” kata Herwan.

Langkah pencegahan DBD, lanjut Herwan, secara insentif harus dilakukan terhadap ibu hamil dan anak-anak balita, yang memang rentan terserang. “Keduanya sangat rawan terserang penyakit DBD. Tahun lalu angka penderita DBD cukup tinggi, sekitar 1.000 lebih kasus. Tahun ini target kita angkanya bisa diminimalisir,” ujar Herwan.

Lebih jauh dikatakannya, dalam penekanan DBD ini sangat diharapkan peran serta masyarakat, setidak-tidaknya turut peduli untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Tanpa peran serta masyarakat untuk peduli kebersihan lingkungan, sulit serangan DBD bisa diminimalisir. Sejauh ini kita terus melakukan sosialisasi, guna menekan serangan DBD,” singkatnya. (P-03)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*