Ujang Maman

KPU Kecam Bawaslu Introgasi PPK dan PPS

REJANG LEBONG– Komisioner KPU Rejang Lebong, Ujang Maman, mengecam langkah Bawaslu Rejang Lebong  yang mengintrogasi personel PPK dan PPS di Rejang Lebong tanpa berkoordinasi dengan KPU.

‘’Bahkan, banyak penyelenggara kita PPK dan PPS yang didatangi dan diintrogasi Bawaslu pada malam hari. Ini yang terkesan janggal. Serta melahirkan ketidaknyamanan PPK dan PPS dalam melaksanakan tahapan Pemilu. Dampaknya semakin hari semakin bertambah personel PPS yang ingin mengundurkan diri karena takut seolah olah telah melakukan  pidana Pemilu. Untuk itu kita akan meminta pertanggungjawaban hukum Bawaslu atas permasalahan ini’’ ujar Ujang Maman.

Soalnya,  lanjut Ujang jika para personel PPK dan PPS banyak yang mengundurkan diri atas introgasi Bawaslu yang tidak berdasar itu, maka, langkah itu bisa menghambat Pemilu.

”Untuk kita KPU Rejang Lebong segera berkoordinasi dengan KPU Prov Bengkulu dan Bawaslu Prov Bengkulu untuk meminta petunjuk menyikapi permasalahan ini,” kata Ujang.

Dikatakan, introgasi dilakukan  Bawaslu dengan metode kuisioner berbentuk surat pernyataan yang dibubuhi materai Rp 6.000 yang dikirim ke PPK dan PPS.Pernyataannya terkait titik pemasangan APK yang berkoordinasi dengan pemerintah setempat sesuai dengan tingkatan.

‘’Sebenarnya apa yang ditanyakan Bawaslu ke PPK dan PPS sudah ditindaklanjuti KPU dengan menyampaikan surat ke PPK dan PPS untuk melaksanakannya. Bahkan, ketika PPK dan PPS melakukan koordinasi membahas masalah titik pemasangan APK itu, pihak Panwascam dan pengawas desa/kelurahan ikut serta. Lalu, mengapa Bawaslu mempertanyakannya lagi?’’ ujar Ujang.(rls)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*