Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Heri Ifzan menyerahkan sound system kepada Ketua Tobo Berendo, Sucenk, Minggu, 4 Februari 2018.

Untuk Tobo Berendo
Anggota Dewan Kota Bantu Sound System

BENGKULU– Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Heri Ifzan, membantu seperangkat sound system untuk Tobo Berendo, Minggu, (4/2).

Sound system itu diserahkan Heri Ifzan dan diterima aktivis Tobo Berendo, Sucenk didampingi M.Bima Eka Putra. ‘’Sound  ini diharapkan dapat mendukung aktivitas diskusi lintas komunitas Tobo Berendo sambil neron di Danau Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu,’’ ujar Heri Ifzan.

Sebelumnya, Heri Ifzan didaulat untuk menjadi narasumber diskusi Tobo Berendo. Diskusi yang diikuti aktivis lintas komunitas itu dipandu M.Bima Eka Putra sebagai moderator. Salah satu topik yang mengemuka dan dibahas sedikit hangat adalah, kekhawatiran aktivis Tobo Berendo tentang aksi penggusuran lapak pedagang di pinggir Danau Dendam Tak Sudah (DDTS). Termasuk pengadaan lampu jalan penerang jalan lintas di kawasan DDTS.

‘’Kami khawatir lapak pedagang disini akan digusur. Soalnya, kawasan DDTS ini sudah dijadikan kawasan Taman Wisata Alam atau (TWA). Makanya kami berharap dewan dapat menyikapi aspirasi kami,’’ ujar Sucenk.

Menanggapi aspirasi Ketua Tobo Berendo itu, Heri Ifzan,  langsung menyarankan agar Tobo Berendo segera menyampaikan aspirasi tertulis ke DPRD Kota.

‘’Segera sampaikan surat ke DPRD Kota terkait kekhawatiran pedagang atas rencana penggusuran lapaknya. Nanti akan kita diskusikan dengan para pihak terkait. Tobo Berendo juga akan kita ajak dalam diskusinya. Sehingga kita dapat menemukan solusi terbaik menyikapi pelaksanaan penataan lokasi DDTS,’’ tutur Heri.

Soal pengadaan lampu jalan di kawasan DDTS, Heri berjanji akan meminta pihak terkait untuk merealisasikannya. ‘’Tahun 2019 ini ada anggaran untuk pengadaan lampu jalan dalam Kota Bengkulu. Nilainya mencapai Rp 70 miliar,’’ kata Heri.

Usai diskusi, Sucenk menjelaskan bahwa diskusi lintas komunitas yang dilaksanakan, Minggu, (4/2) ini merupakan diskusi minggu ke-20 yang diselenggarakan Tobo Berendo.

‘’Setiap Minggu pagi, kita menggelar diskusi lintas komunitas menyikapi beragam permasalahan Kota Bengkulu. Khususnya terkait pengembangan kawasan DDTS. Kita berharap, kawasan DDTS ini benar-benar dikembangkan menjadi kawasan wisata alam yang benar-benar tertata,’’ ujar Sucenk.

Sedangkan M. Bima Eka Putra mengakui bahwa diskusi Tobo Berendo ini merupakan salah satu saluran komunikasi lintas komunitas pemuda dengan pemerintah daerah. Yakni, Pemprov dan Pemkot.

‘’Kita berharap pemerintah daerah dapat menyerap dan menindaklanjuti beragam aspirasi yang mencuat dalam diskusi Tobo Berendo,’’ jelas Bima.(rjs)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*