Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 14)

KARANG Nio tercenung sejenak. Sambil menarik nafas dalam-dalam putra Rajo Mawang ini beringsut menepi. Pikirannya kacau. Kendati begitu Karang Nio tetap berusaha menyembunyikan kegalauannya.

‘’Ingat. Jangan sampai ayahanda tahu. Engkau harus berhati-hati agar tidak ada yang melihat saat engkau membunuh Serindang…!!’’ Geto kembali mengingatkan.

Setelah itu, Geto bersama saudaranya yang lain meninggalkan Karang Nio. ‘’Ini kesempatan aku untuk menyelamatkan Serindang. Bagaimana mungkin aku bisa membunuh adik yang sangat aku cintai. Tapi, bagaimana caranya?’’ Karang Nio mengerutkan dahi.

Karena tak kunjung menemukan cara untuk menyelamatkan Serindang, Karang Nio akhirnya bergerak meninggalkan lokasi rembuk. Dengan langkah gontai karena mata diberati kantuk dan pikiran suntuk, Karang Nio menuju Umaek Mego. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*